Gandeng Masjid Al Muhtadin Al Husna Sosialisasi Menajemen TPQ Berkualitas

0Shares

SUKOHARJOMengenalkan Al quran kepada anak sejak dini sangat diperlukan dalam perkembangannya. Karena melalui Al quran lah adab ataupun perilakku anak dapat dikondisikan dengan baik sehingga usia dewasa kelak anak dapat terjaga dari nilai-nilai Al quran itu sendiri.

TPQ (Taman Pendidikan Al quran) selama ini memiliki andil yang sangat besar dalam dakwah mengajarkan Al quran kepada anak. Banyak dari anak-anak mengenal (membaca) Al quran karena kontribusi dari TPQ.

Namun dalam prakteknya, sebagian besar TPQ belum memiliki manajemen atau kurikulum yang baik. Hal ini wajar karena dalam kenyataannya banyak TPQ yang dikelola secara sukarela.

Berkaca dari persoalan itulah maka Al Husna bersama tim manajemennya mencoba melakuan sosialisasi ke masjid-masjid untuk memberikan pelatihan bagaimana mengelola pendidikan TPQ dengan sebuah kurikulum dan manajemen yang baik.

Salah satunya program Al Husna yang baru saja dilakukan adalah bekerja sama dengan pengurus Masjid Al Muhtadin yang beralamat di Desa Cemani Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo.

Ustadz Fajar Santoso salah seorang mentor Al Husna dihadapan jamaah Masjid Al Muhtadin pada Rabu (3/7) menyampaikan tentang pentingnya mengelola TPQ dengan profesional.

Dalam pemaparannya tersebut disampaikan bagaimana TPQ dikelola layaknya pendidikan sekolah modern. Mulai dari kurikulum, KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), guru yang berkualitas hingga masalah pendanaan.

“Semua harus ditata dengan profesional. Ke depan TPQ ini akan dijalankan layaknya sekolah-sekolah modern. Siswa di absen hingga diberi raport,” katanya.

Semua anak-anak di kampung ini berhak untuk mengikuti program belajar di TPQ. Bagi yang mampu dapat menjadi orang tua asuh kepada anak yang tidak mampu, jangan sampai karena kurang mampu tidak bisa belajar Al quran.

Dalam prakteknya ke depan Al Husna bersama manajemen akan terus mengawal program tersebut hingga nantinya ke depan masjid dapat menjalankannya dengan mandiri.

Mendengar penjelasan Ustadz Fajar Santoso semua jamaah menyetujuinya dan mendukung progam dakwah tersebut.

“Kami sangat mendukung program dari Al Husna, karena melalui kurikulum dan metode dari Al Husna kami berharap anak-anak di masjid ini dapat membaca Al quran dengan baik dan benar,” ujar Teguh Muhammad Sidiq salah seorang pengurus masjid.

Sementara itu Ustadz Fajar Santoso kepada Pancaran menjelaskan Al Husna merupakan metode pembelajaran Al quran baru yang praktis dan mudah. Al Husna memiliki 3 langkah dalam mengantarkan peserta didik mampu membaca Al quran dengan baik dan benar.

“Pertama, penguasaan huruf hijaiyyah. Dengan menggunakan teknik Scanning – Story – Saying, peserta didik akan mampu menguasai serta melafalkan seluruh huruf hijaiyyah di dalam Al Qur’an dengan cepat, tepat, dan benar, “ katanya.

Kedua, penggunaan sistem tanda baca. Salah satu keistimewaan dari Mushaf Rasm Al Utsmani khususnya terbitan Al Madinah An Nabawiyyah yaitu memudahkan peserta didik dalam menguasai ilmu tajwid hanya dengan sistem tanda bacanya.

Dan yang ketiga adalah kata kunci dan kode. Merupakan differiensiasi atau pembeda dengan metode- metode sebelumnya, dan hal ini akan membuat para pengajar Al qur’an akan senantiasa berinovasi dalam pembelajaran Al qur’an , sehingga santri atau peserta didik tidak akan jenuh, dan akan lebih bersemangat dalam belajar Al qur’an. []