Di Sukoharjo Setiap Hari 30 Anjing Dikonsumsi

0Shares

SUKOHARJO – Di Kabupaten Sukoharjo terdapat 10 warung daging anjing, dalam satu hari rata-rata mereka membutuhkan pasokan daging anjing sebanyak 30 ekor.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo belum mau terburu-buru mengambil tindakan soal warung sate jamu, atau masakan dari daging anjing.

Diketahui, setelah Kabupaten Karanganyar melarang adanya warung dengan olahan daging anjing, kini Kabupaten Wonogiri mempersiapkan langkah serupa.

Dilansir TribunSolo, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Netty Marjanti mengatakan, pihaknya bersama Pemkab Sukoharjo belum ada pembahasan mengenai warung penjual rica-rica anjing itu.

“Saat ini belum ada pembahasan ke sana, kami masih melakukan kajian,” katanya, Senin (1/7/2019).

Dia mengatakan, daging anjing memang bukan binatang untuk dikonsumsi, sehingga belum ada perda yang mengatur soal pengonsumsian daging anjing ini.

“Anjing itu kan bukan hewan untuk dikonsumsi, berbeda dengan hewan konsumsi lainnya seperti sapi, kambing, ayam, yang sudah ada aturannya,” lanjutrnya.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pengawasan dan kajian terhadap daging anjing ini.

Serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat terhadap bahayanya mengonsumsi daging anjing.

“Kita masih melakukan pengawasan, dan hingga kini belum ada kasus rabies.”

“Namun, bahaya virus rabies itu tetap akan menghantui di daging anjing, apalagi anjing-anjing itu kan kita tidak tau asal usulnya seperti apa,” katanya.

Di Sukoharjo sendiri, pasokan anjing didapat dari luar kota seperti Jawa Barat.

Dan penyebaran warung sate jamu ini banyak ditemui di wilayah yang dekat dengan Surakarta, seperti di Kartasura dan Grogol. []