Bahas Perkawinan Masyarakat Sasak, Dosen UMMAT Raih Gelar Doktor

0Shares

SOLO – Hilman Syahrial Haq meraih gelar doktor ilmu hukum dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (04/7). Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) ini berhasil mempertahankan desertasinya di depan tim penguji yang dipimpin Prof Dr Bambang Sumarjoko.

Dilansir krjogja, Dr Hilman menulis disertasi Konflik hukum lokal dengan hukum nasional: studi resolusi konflik menuju konvergensi hukum pada perkawinan Merarik dan Waris Adat masyarakat Sasak Lombok. Mararik merupakan perkawinan yang dilakukan dengan cara melarikan atau membebaskan gadis dari ikatan orang tua  serta keluarganya.

Ia menjelaskan mararik bentuk perkawinan yang umun berlaku  di masyarakat Sasak memiliki logika sendiri yang unik. Bagi masyarakat Sasak, mararik berarti mempertahankan harga diri sekaligus menggambarkan sikap kejantanan seorang laki laki Sasak karena berhasil melarikan gadis pujaan hatinya.

Itu sekaligus simbol keinginan kuat seseorang untuk menikah. Namun dalam praktiknya, kata Hilman, perkawinan merarik berpotensi menjadi trigger konflik terhadap kehendak Undang Undang no 1 tahun 1974 tentang perkawinan termasuk kaidah kaidah hukum dalam lingkup kepidanaan.

Menurutnya, luaran konflik hukum adat dengan hukum nasional pada perkawinan merarik dapat bersifat laten dan manifest. Konflik laten diantaranya berupa sikap pasrah orang tua untuk menikahkan anaknya yang telah dibawa lari. Karena dalam pandangan masyarakat Sasak, jika anak diambil kembali menjadi aib bagi keluarga dan lingkungannya. []