Gubernur Jawa Tengah Bersilaturahim dengan Mantan Narapidana Terorisme

0Shares

SOLO – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri acara silaturahim bersama mantan narapidana teroriesme (napiter) yang tergabung di Yayasan Gema Salam. Acara tersebut diselenggarakan di Hotel Sala View Jumat (28/6). Diikuti 37 mantan napiter.

Dalam sambutannya Ganjar Pranowo mengapresiasi kegiatan tersebut, karena kedepannya bisa bekerja sama dengan Yayasan Gema Salam.

“Yayasan Gema Salam ini dalam perjalanannya akan bisa menjadi contoh bagaimana berintegrasi menjadi bagian dari masyarakat, kembali ke pangkuan NKRI,” ujarnya.

Dia juga menilai pentingnya para anggota Yayasan Gema Salam dalam pembinaannya bercerita kepada masyarakat awam agar orang-orang tidak keliru memahami hal yang pernah dilakukan mantan napiter tersebut.

“Ini bagian dari proses anak-anak bangsa yang menemukan dirinya kembali untuk kita kemudian introspeksi dan berjalan. Ada yang melakukan terorisme, kejahatan politik, korupsi, macam-macam dan semua kembali baik. Kemudian akan membina dengan keluarga dan masyarakat,” tambahnya.

Kemarin saya ketemu Komnas HAM dan membahas banyak hal dan diantaranya adalah tentang terorisme. Banyak orang kita di Suriah ingin pulang, namun terkendala banyak hal. Melalui kerjasama dengan Gema Salam ini lah semoga ada masukan dan solusi.

Sementara itu, Ketua Yayasan Gema Salam, Joko Trihatmanto, atau yang dikenal sebagai Jack Harun, mengatakan Yayasan Gema Salam merupakan wadah bagi para mantan napi terorisme di Jawa Tengah. Program kerja Yayasan Gema Salam mencakup bidang sosial dan ekonomi.

Program sosial bertujuan untuk membantu mantan napiter yang sudah kembali ke masyarakat berinteraksi dan bersinergi kembali dengan masyarakat untuk kembali menjadi masyarakat yang NKRI.

“Kemudian untuk program kerja bidang ekonomi membantu memberikan perekonomian ikhwan kembali ke masyarakat sehingga bisa menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab seperti semula,” kata Jack Harun.

Yayasan Gema Salam sendiri awalnya diprakarsai Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. Beberapa kegiatan Yayasan Gema Salam yang sudah dilaksnakaan antara lain, mengadakan pembinaan kepada mantan napiter yang sudah bebas untuk kembali ke masyarakat dan pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, mengadakan kerjasama dengan aparat seperti Polresta, Kodim, dan Korem.

“Beberapa waktu yang lalu Yayasan Gema Salam mengadakan outbond bekerja sama dengan korem,”

Di bidang ekonomi, Yayasan Gema Salam bekerja sama dengan Kementerian Sosial untuk memberikan bantuan sosial kepada para mantan napiter. Saat itu, masing-masing eks napiter mendapat bantuan Rp 15 juta.

Beberapa anggota Gema Salam sudah memiliki usaha sampingan seperti membuka warung soto, took kelongtong, laundry hingga bengkel sepeda motor.

“Saya harap dengan silaturahim ini ke depan banyak pihak yang bersinergi dengan kami untuk mengadakan pembinaan dan memberikan solusi bagi mantan narapidana terorisme yang kembali ke masyarakat,” harapnya.

Terakhir Jack Harun berpesan kepada semua orang agar tidak melalukan tindakan terorisme, karena hal itu merugikan banyak pihak. []