DSKS Berharap Pimpinan Daerah Lain Ikuti Langkah Bupati Karanganyar

0Shares

SOLO –  Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) memberikan apresiasinya kepada Bupati Karanganyar Juliyatmono atas kebijakaannya yang melarang semua pedagang warung makanan yang menggunakan olahan daging anjing.

“DSKS mengapresiasi kebijakan Bupati Karanganyar atas keputusannya untuk menutup warung makan daging anjing karena cara pembunuhan anjing itu sangat mengerikan sekali. Kedua masyarakat disini mayoritas kaum muslimin. Dan dalam Islam melarang untuk mengkonsumsi daging anjing,” ujar Ustaz Dr Muinudinillah Basri selaku Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta kepada Pancaran Kamis, (20/6).

Ustaz Dr Muinudinillah juga menjelaskan bahkwa kebiajakan tersebut dalam rangka untuk memberikan edukasi ke masyarakat bahwa sesuatu yang diharamkan itu dipastikan membawa kerusakan.

Disisi lain DSKS juga menilai bahwa dengan memiliki pempimpin yang baik maka dapat menggunakan kekuasaannya untuk memberikan manfaat pada masyarakat. Tanpa kekuasaaan itu sulit.

“DSKS juga berharap para pemimpin daerah lain agar mengikuti langkah positif Bupati Karanganyar,” tambah Direktur Ponpes Ibnu Abbas Klaten.

Terakhir, Ustaz Dr Muinudinillah menegaskan bahwa dalam Islam memakan anjing itu dilarang, seperti dalam hadist Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu yang berbunyi, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: “Semua yang memiliki gigi taring dari hewan buas maka memakannya haram”.

Yang membuat miris menurut data dari pencinta binatang Animal Friends Jogja, jumlah warung makan yang menjual olahan daging anjing di wilayah Solo dan sekitarnya kurang lebih 82 warung. Setiap bulannya harus menyembelih anjing 13.700 ekor. []