FKDT Komitmen Bentengi Generasi Muda dari Radikalisme

0Shares

SRAGEN – Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Sragen komitmen dalam membentengi generasi muda dari radikalisme. Forum yang bergerak di bidang pendidikan keagamaan ini juga mendorong kordinasi antar lembaga.

Dilansir radar solo, Ketua DPC FKDT Sragen Soleh Priyoto usai pelantikan anggota kemarin menyampaikan pihaknya membendung dan mencegah radikalisme sejak dini. FKDT menegaskan baik santri maupun ustad atau kyai tidak ada yang terindikasi radikalisme yang mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara.

”Basicnya kita ahlusunnah wal jamaah dan membentengi NKRI, menjaga keutuhan NKRI, insya Allah dari kami tidak ada yang terpapar radikalisme,” tegasnya Selasa (18/6).

Dia menyampaikan FKDT tidak fokus pada satu organisasi masyarakat (Ormas) Islam saja. Namun dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan Majelis Tafsir Alquran juga tergabung di dalamnya. Pihaknya menyampaikan lembaga pendidikan soal materi Agama tidak ada yang mengarah ke radikalisme.

Soleh menyampaikan berupaya mendorong semua Madrasah Diniyah se Kabupaten Sragen. Saat ini sudah 90 persen madrasah sudah mendapat izin operasional. Di Sragen ada lebih dari 200 madrasah diniyah, namun yang sudah memiliki ijin operasional sekitar 170 madrasah.

”Sisanya masih proses, kata mereka sulit, padahal sebenarnya mudah,” terang Soleh.

Dia menyampaikan salah satu target yakni mempermudah kegiatan pendidikan keagaamaan. Hal tersebut dilakukan agar kegiatan keagamaan terorganisir dengan baik. Pihaknya juga memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah terkait kordinasi kepengurusan lembaga pendidikan agama.

Saat ini kepengurusan anggota DPC ada 16 orang. Sedangkan pengukuhan diberikan pada 20 orang per kecamatan di Kabupaten Sragen. []