Ketua GP Ansor Sragen Desak Pemerintah Tindak Tegas Tempat Hiburan ‘Nakal’

0Shares

SRAGEN – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sragen menyoroti soal tempat hiburan malam di wilayah Sragen yang diduga melanggar peraturan daerah (Perda). Mulai dari dekat tempat ibadah hingga dekat dengan sekolah.

Ketua GP Ansor Sragen Endro Supriyadi mendesak pemerintah menindak tegas tempat hiburan yang melanggar aturan. Pihaknya mendengar ada sejumlah karaoke yang masa izinnya habis, namun tetap beroperasi.

Di dalam perda tersebut juga membatasi jarak tempat hiburan dengan tempat ibadah. Yakni minimal lebih dari 100 meter. Selain itu tidak boleh dekat dengan sarana sekolah.

”Bisa dilihat ada tempat hiburan malam yang lokasinya dekat dengan sekolah, itu jelas sudah melanggar perda yang dibuat pemerintah,” tuturnya, seperti dilansir radar solo Senin, (17/6).

Namun poin utamanya lebih pada membentengi moral dan akhlak generasi muda Sragen. Di lokasi semacam itu banyak barang-barang haram berseliweran. Seperti halnya peredaran minuman keras (miras). Dan juga rawan disalahgunakan seperti peredaran narkoba, dan sebagainya. Kawasan tersebut tidak bisa dipungkiri banyak terjadi penyakit masyarakat.

”Kenyataannya, saat ini paska Lebaran tempat hiburan malam buka sampai larut malam, bahkan dini hari,” ungkapnya.

Dia menyampaikan pemberantasan pekat menjadi tugas institusi terkait seperti kepolisian dan Satpol PP. Pihaknya meminta kontrol Pemkab Sragen pada tempat hiburan malam harus dijalankan. ”Kita khawatir pemuda Sragen moralnya atau akhlaknya terkikis, jika kontrolnya tidak bagus,” terangnya. []