Datangi Komnas HAM, Tim Advokasi Korban Tragedi 21-22 Mei Berikan Bukti Baru

0Shares

JAKARTATim Advokasi Korban Tragedi 21-22 Mei 2019, pada hari selasa 18 Juni 2019 pukul 14:30 WIB, mendatangi Komnas HAM dan langsung diterima oleh M Chairul Anam selaku Komisioner Komnas HAM.

“Kedatangan kami dalam rangka memberikan perkembangan dan informasi tambahan kepada Komnas HAM atas indikasi pelanggaran ham berat pada peristiwa rusuh pasca selesainya aksi 21-22 Mei 2019, atas laporan awal yang telah diberikan pada tanggal 28 Mei 2019,” ujar Koordinator Tim Advokasi, M. Kamil Pasha melalui releasenya, Selasa, (18/6).

Tambahan data yang disampaikan meliputi uraian peristiwa indikasi pelanggaran HAM berat, daftar sementara meninggal dunia korban tragedy, daftar sementara yang ditahan,  korban luka-luka, serta jumlah orang hilang.

Dalam pertemuan tersebut tim Advokasi merekomendasikan penyelesaian yudisial sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia dan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia untuk dilakukan penyelidikan terhadap pelanggaran HAM berat oleh Komnas HAM.

“Tim Advoksi berharap Komnas HAM memanggil Kepala Kepolisian Republik Indonesia agar perkara pelanggaran Hak Asasi Manusia ini dapat ditindak dan diusut secara tuntas dengan asas transparasi, imprasial dan akuntabel, serta meminta Kepala Kepolisian Republik Indonesia untuk menindak anggotanya yang melakukan tindakan melanggar hukum dan/atau indisipliner,” tambahnya.

Komnas HAM dapat memberikan perlindungan terhadap korban dan saksi-saksi Pelanggaran HAM berat Tragedi 21-22 Mei 2019, dari tekanan pihak manapun yang menginginkan proses hukum tidak berjalan atau berhenti.

Sementara itu, menanggapi laporan dari Tim Advokasi  pihak Komnas HAM berterima kasih dengan informasi tambahan yang diberikan, yang pada intinya dianggap membantu Komnas HAM dalam melakukan investigasi / mendalami adanya dugaan pelanggaran HAM dalam kasus pasca Aksi 21-22 Mei 2019.

Pihak Komnas HAM juga berjanji akan terus menggali keterangan saksi-saksi, dan bukti-bukti, menelusuri dugaan pelanggaran HAM terhadap para korban tewas maupun luka-luka, serta dugaan pelanggaran HAM dalam proses penegakan hukum oleh pihak kepolisian. []