Melihat dari Dekat Proses Pembangunan Masjid Sriwedari

0Shares

SOLO – Tepat satu tahun proyek Masjid Taman Sriwedari Surakarta (MTSS) dikerjakan. Hingga akhir Mei ini, konstruksi telah selesai. PT Wijaya Karya (Wika) selaku kontraktor optimistis masjid yang berdiri di bekas Kebon Rojo itu dapat rampung Juni 2020. Demikian dilansir radar solo.

Masuk dari pintu sisi selatan langsung tertuju pada puluhan pekerja yang sedang memasang rangka baja untuk masjid induk. Di sudut lain juga tampak pekerja memasang atap sirap untuk bangunan penunjang di sisi selatan bangunan utama.

Sepintas, bangunan utama masjid seluas 3.929 meter persegi itu sudah mulai berbentuk. Satu menara utama setinggi 114 meter berdiri tegak di sudut timur laut. Kemudian dilengkapi empat menara penunjang di setiap sudut bangunan utama masjid. Pada bangunan utama terdapat mihrab atau tempat imam dan lantai utama untuk salat jamaah.

Menengok ke basement sudah terlihat bakal tempat wudu disertai kamar mandi dan ruang loker. Lebih masuk ke dalam lagi, terdapat ruang istirahat jamaah pria di sisi utara dan wanita di sisi selatan. Kedua ruangan itu dihubungkan dengan hall yang berfungsi sebagai ruang serba guna.  Panitia sengaja memberi tulisan di kertas ukuran kuarto sebagai petunjuk bagi pekerja dan tamu proyek yang melihat perkembangan pembangunan masjid.

“Secara fisik pekerjaan kami di struktur sudah selesai, menyisakan pekerjaan menara penunjang sebanyak empat unit. Saat ini pada elevasi 12 meter dari rencana 30 meter. Menara utama strukturnya finis di elevasi 104.4, nanti setelah dengan arsitekturnya, selesai di 114 meter. Masjid induk sudah di rangka baja,” terang Project Manager PT Wika Agung Budiarto.

Agung menambahkan, pengerjaan bangunan penunjang berupa guest house dan fasilitas umum sudah sampai pada penutupan atap sirap. Sedangkan basemen masjid tinggal mengerjakan pelapis lantai dan pelapis dinding serta granit maupun penutupan plafon.

“Posisi kita saat ini sudah 39 persen dari rencana 36 persen pada Mei ini.  Secara kontrak kita mulai Juni 2018, sekarang tepat satu tahun, Mei 2019. Durasi kontrak kita 24 bulan, artinya masih ada 12 bulan untuk menyelesaikan,” terangnya.

Dia berharap pekerjaan yang dilakukan sesuai skema yang telah dirumuskan oleh perencana maupun panitia. Jika itu terwujud maka dapat dipastikan pada Oktober tahun ini dapat menyelesaikan atap masjid utama, sehingga lantai atau kayu di bawahnya segera digarap. Dengan skema seperti itu diperkirakan pada Juni 2020 pembangunan MTSS dapat selesai.

“Kendala utamanya ‘amunisi’ (anggaran Red). Kemarin kami berharap banyak warga yang tergerak, BUMN-BUMN atau perusahaan yang lain dapat tergerak ikut membangun,” katanya.

Meski begitu, Agung dan seluruh pekerja di proyek MTSS memiliki komitmen untuk bekerja secara total demi terselesaikannya ‘rumah Allah’ tersebut. “Menggarap masjid ini bukan sekadar proyek. Tetapi kita mengejar keberkahannya. Kami pastikan seluruh pekerja bekerja dengan maksimal dan optimistis. Semoga banyak yang bergerak berkontribusi,” tegasnya. []