Menu Close

Umat Islam Solo Desak Kapolri dan Menkopolhukam Mundur

0Shares

SOLO – Ratusan umat Islam melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor Mapolresta Surakarta di Jl Adi Sucipto. Massa yang merupakan gabungan beberapa ormas Islam solo mengecam terkait tindakan represif aparat kepolisian yang menyebabkan jatuhnya korban saat aksi di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Endro Sudarsono, selaku Humas DSKS (Dewan Syariah Kota Surakarta) sangat menyayangkan tindakan Polri dalam menangani aksi unjuk rasa di Jakarta pada 21-22 Mei 2019. Penanganan aksi demo itu menyebabkan korban berjatuhan di kalangan masyarakat.

“Kita berharap tidak boleh ada perlakuan berlebihan lagi untuk masa yang akan datang, khususnya jangan dilakukan lagi oleh Polri,” kata dia di sela-sela aksi demo di depan Mapolresta Solo, Jumat (24/4).

Endro Sudarsono menjelaskan alasan digelarnya demo di depan Mapolresta Solo karena menurutnya, polisi yang seharusnya mengayomi dan melindungi justru menyebabkan jatuhnya korban delapan orang meninggal, dan ratusan korban luka-luka.

“Ini sangat kontradiksi, kita berharap polisi mengevaluasi tindakan anarkis yang menyebabkan jatuhnya korban,” tutur Endro.

Oleh sebab itu, pihaknya mendesak kepada Kapolda Metro Jaya, Kapolri hingga Menko Polhukam Wiranto untuk mundur dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik.

“Kami meminta dengan hormat Bapak Wiranto, Bapak Tito Karnavian dan Kapolda untuk mengundurkan diri,” ujarnya.

Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi oleh polisi, ia pun berjanji akan kembali mendatangi Mapolresta Solo untuk menggelar aksi demo yang lebih besar. “Kita pastikan akan demo lagi dengan massa yang lebih banyak dan waktu yan lebih longgar,” pungkasnya. []