Desa Tangguh Gemolong Luncurkan Sambel ‘Mbok Tama’

0Shares

SRAGEN, (Pancaran.net) – Tim Pelaksana Program DT Peduli Solo bersama dengan Kelompok Wanita Tani Tangguh Desa Purworejo, Gemolong, mengadakan pelatihan pembuatan olahan cabe, Senin (14/9). Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari program petani tangguh yang dilaksanakan di desa tersebut.

Sebelumnya melalui Kelompok Wanita Tani, DT Peduli menggulirkan dana untuk program penanaman cabai. Adapun alokasi dana tersebut adalah untuk biaya sewa demplot atau lahan, pengadaan bibit,  pupuk dan pembasmi hama kepada para anggota.

“Hasil panen dari para anggota KWT ini nantinya akan dibantu pemasaran nya oleh DT Peduli, sehingga akan ada peningkatan pendapatan dari para anggota KWT sehingga lebih sejahtera,” ujar Dendi Prasojo selaku Kepala Kantor DT Peduli Solo.

Produk awal dari anggota Kelompok Wanita Tani Tangguh Gemolong ini awalnya adalah cabai curah yang dijual kiloan. Kemudian di tahun 2020, tim pelaksana program DT Peduli Solo melakukan sebuah riset dan intervensi, bagaimana agar produk pertanian dari Kelompok Wanita Tani Tangguh Gemolong ini memiliki nilai lebih dalam pemasaran nya.

Dendi menambahkan, salah satu ide yang muncul adalah menjadikan nya cabai olahan. Maka pada hari Senin (14/9) DT Peduli Solo menghadirkan pemateri yang memang sudah ahli dalam usaha olahan sambal dalam kemasan.

Kelompok Wanita Tani Tangguh Desa Purworejo meluncurkan Sambel "mbok Tama" yang siap bersaing dipasaran
Kelompok Wanita Tani Tangguh Desa Purworejo meluncurkan Sambel “mbok Tama” yang siap bersaing dipasaran

“Maka semenjak hari tersebut KWT Gemolong memiliki sebuah produk olahan cabe. Diantaranya adalah  sambal basah, sambal kering dan abon cabe,” tambahnya.

Dengan mengusung merek Mbok Tama, yang merupakan akronim dari Lombok Utama (usaha Tani Mandiri) yang merupakan nama program pemberdayaan yang digulit di Desa Purworejo. Kata “mbok” sendiri  juga memiliki arti sebagai panggilan khas ibu-ibu di Jawa tengah khususnya Solo.

Sehingga dengan nama mbok Tama, akan langsung terasosiasi bahwa produk ini berasal dari desa tangguh di Solo yang dikerjakan oleh ibu-ibu penerima manfaat Program Usaha Tani Mandiri.

“Dengan terlaksananya pelatihan olahan cabe, Kelompok Wanita Tani Tangguh Desa Purworejo dapat meluncurkan Sambel “mbok Tama” yang siap bersaing dipasaran. Harapannya kedepan semoga kreatifitas Kelompok Wanita Tani Tangguh Desa Purworejo tidak hanya sampai disini saja, akan tetapi dapat terus berkelanjutan untuk olahan cabe lainnya, ” tutur Dendi Prasojo.

Sementara itu ernurut Dewi Fauziah, ST. selaku  narasumber pelatihan pembuatan olahan cabe ini memuji langkah yang dilakukan oleh ibu-ibu KWT.

“Hebat. Salut buat tim DT peduli yang begitu semangat dan ikhlas dalam mensupport ibu-ibu di desa binaan nya,” katanya, Jumat (18/9).