Menu Close

Masjid Darussalam Saksi Bisu Perjuangan Pangeran Diponegoro

0Shares

SUKOHARJO – Inilah sebuah bangunan bersejarah di Sukoharjo berupa masjid yang masih berdiri kokoh di Desa Gedunggudel, Tawangsari, Sukoharjo.

Dilansir tribunsolo, Masjid Darussalam ini merupakan saksi bisu dari sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro saat melawan penjajah Belanda.

Menurut Sehono, tokoh masyarakat setempat, tiang masjid berjumlah 20 tiang yang masih berdiri kokoh hingga sekarang.

“Ada 20 tiang penyangga masjid, 12 di bagian dalam masjid, dan delapan tiang penyangga berada di luar masjid,” katanya, Kamis (23/5/2019).

Kondisi yang sama juga terlihat pada mimbar yang digunakan untuk khotbah yang terbuat dari Kayu Kalimantan.

“Pada mimbar masih asli terbuat dari Kayu Kalimantan, hanya ada tambahan pintu bagian depannya,” jelasnya.

Ukiran bunga wijaya kusuma yang menghiasi mimbar semakin menguatkan jika mimbar ini dibuat pada zaman Majapahit, atau abad ke-14.

Seperti kebanyakan masjid tua yang ada di Pulau Jawa, pada bagian belakang Masjid Darussalam juga terdapat area pemakaman.

Ada satu makam di Masjid Darussalam ini yang dianggap keramat oleh masyarakat.

“Makam tersebut adalah makan Kyai Lombok, beliau merupakan tangan kanan pangeran Diponegoro.”

“Konon, beliau memiliki kesaktian dan pendalaman ilmu agama, sehingga saat ini makam tersebut dikeramatkan,” jelasnya.

Makam tersebut sering dikunjungi peziarah, yang datang tidak hanya dari Sukoharjo saja, namun banyak juga peziarah yang datang dari luar kota.

Saat ini, Masjid bersejarah itu masih berdiri kokoh, dan masih aktif digunakan untuk kegiatan ibadah umat islam.

Di bulan Ramadhan ini, Masjid Darussalam semakin ramai dikunjungi jemaah masjid.

“Tidak hanya dari warga sekitar saja, banyak jemaah masjid yang datang dari luar Sukoharjo,” pungkasnya. []