Peduli Dhuafa, Pemkab Karanganyar Bagikan 2.500 Paket Sembako

0Shares

KARANGANYAR – Sebanyak 2.500 pengayuh becak, penarik ojek, penyapu jalan dan duafa menerima bantuan sembako dan uang tunai dari Pemkab Karanganyar, Kamis (23/5). Para penerima bantuan berasal dari 10 kecamatan dan binaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Adapun penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di empat lokasi, yakni halaman kantor Kecamatan Karanganyar Kota, Tegalwinangun, barat lapangan Jungke, Padangan Jungke, kantor Kecamatan Tasikmadu, dan pendopo Kecamatan Jaten.

Sejumlah pejabat daerah menghadiri penyerahan simbolis ini seperti Asisten Sekda Bidang Ekbangkesra, Siti Maesyaroch dan Kepala Bagian Perekonomian Setda Pemkab Karanganyar, Nur Rochmah Triastuti. Para penerima sembako kebanyakan datang lebih awal, sekitar pukul 08.00 WIB. Sebelumnya, pihak kecamatan membagikan kartu kendali kepada mereka untuk kemudian ditukarkan sembako dan uang tunai.

“Bentuk kepedulian Pemkab Karanganyar terhadap duafa. Setiap tahun saat Ramadan, bagikan sembako dan uang tunai. Supaya mereka senang jelang Lebaran. Sedikit banyak bisa memenuhi kebutuhannya,” kata Siti Maesyaroch di lokasi. Demikian dilansir krjogja.

Tiap paket sembako berisi 3 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, dua bungkus teh, satu bungkus minyak goreng, empat bungkus mi instan dan uang saku Rp 40 ribu. Pembagian di wilayah Kecamatan Karanganyar Kota terbanyak, yakni 863 paket dengan total alokasi Rp 34.520.000. Sedangkan Nur Rochmah meyakini penerima bantuan tepat sasaran. Pembagiannya dikoordinasi pemerintah kecamatan setempat.

“Tahun lalu, pembagian dipusatkan di rumah dinas. Karena ada komplain dari penerima yang kesulitan menjangkau lokasi, maka ini didekatkan ke daerah masing-masing. Minimal, pembagian di kantor kecamatannya. Pelaksanaan satu hari saja. DLH membagikan ke penyapu jalan. Lainnya, pihak kecamatan membagikan ke duafa,” katanya.

Penerima sembako dan uang saku asal Punthukrejo Ngringo, Jaten, Maryono mengaku senang memperoleh bantuan. Paket sembako itu akan dipakainya memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Terima kasih sudah membantu saya dan keluarga. Bantuan ini dari pemerintah,” kata penganyuh becak ini. []