Menu Close

Tebar Semangat Positif, Komunitas Ini Gelar Sarapan Gratis di Wilayah Prostitusi

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Pinggir sungai belakang kantor RRI Solo pagi itu tampak berbeda beberapa orang terlihat sibuk menata mangkok, gelas, panci besar. Diantara mereka ada yang meletakkan beberapa isian di mangkok dan menatanya rapi diatas meja. Selang beberapa waktu terdengar suara keras. ”Monggo sarapan soto gratis..monggo pak, buk.”

Pelan-pelan satu dua orang mendatangi tempat tersebut dan menyantap hangatnya soto lengkap dengan tahu tempe dan segelas teh hangat. Kehangatan dan keakraban pagi itu terasa, anggota komunitas dengan ramah meyajikan makanan dan menyapa masyarakat dengan santun.

Beberapa masyarakat tampak antusias dan senang dengan program sosial ini.

Ya, hari itu Ahad (26/7/2020) Paguyuban Roso Wening mengadakan kegiatan sosial sarapan soto gratis di wilayah Kelurahan Kestalan RW VI atau tepatnya di belakang kantor RRI Solo. Sebuah kampung yang cukup terkenal di mata para lelaki hidung belang.

Di kampung tersebut terdapat puluhan hotel yang menyediakan para PSK, dalam aktivitasnya kegiatan esek-esek tersebut tidak memiliki jam libur alias selama 24 jam non stop. Ratusan pelacur dengan beragam umur tersedia menjajakan jasanya.

Gerah, jengkel dan kecewa mungkin dirasakan oleh penduduk sekitar namun mereka tak mampu berbuat apa-apa. Stigma negatif, dampak sosial untuk anak-anak dan juga rusaknya moralitas sudah pasti mereka hadapai sehari-hari.

Perlu diketahui bisnis lendir di wilayah ini sudah berlangsung puluhan tahun, dan belum ada kepedulian dari siapapun untuk menyelesaikan persoalan ini.

Berangkat dari itulah Paguyuban Roso Wening mencoba untuk mengurai benang kusut yang telah lama terikat. Melalui pendekatan sosial komunitas tersebut bersemangat untuk mengandeng masyarakat melakukan hal-hal positif.

Hasto Dwi Kuncoro Koordinator Paguyuban Roso Wening mengatakan bahwa program ini merupakan kali yang kedua.

“Dulu kami mengadakan pengajian akbar di Masjid Asyiar dengan menggandeng komunitas lain seperti Warung Murah, MDS dan Ekspreso. Selain mendengarkan ceramah masyarakat medapatkan makan dan minum kopi gratis. Dan sarapan gratis ini merupakan kegiatan kali kedua,” katanya kepada Pancaran Ahad (27/7/2020).

baca: Ketika Gema Illahi Berkumandang di Komplek “Kupu-Kupu Malam”

Di masa pandemi corona inilah Paguyuban Roso Wening hadir dengan 125 porsi nasi soto

Kegiatan sosial ini juga mendapatkan dukungan dari pemerintahan mulai dari RT, RW dan Kelurahan. Lurah Kestalan, Suyono yang hadir di sela-sela kegiatan tersebut memberikan apresiasinya.

“Kegiatan ini sedikit banyak membantu masyarakat yang saat ini semakin terasa dampak ekonomi dari pandemi Corona, bahkan pihak Kalurahan menyambut baik dan mempersilahkan jika ada program-program lain. Tentunya degan tetap mematuhi ketentuan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Hasto menambahkan, jika kondisi sudah normal, maka semua program yang sudah dicanangkan bisa dilakukan.

“Dengan terlaksananya kegiatan ini, kita sangat bersyukur bahwa keinginan kita untuk membawa aura positif dan perubahan di lingkungan sekitar RRI mulai bangkit kembali. Semangat ingin memberikan lingkungan yang Ramah Iman dan Ramah Anak menjadi tujuan kami, bersama masyarakat dan pihak yang berkompeten semoga tujuan itu bisa terwujud,”pungkasnya.