Resahkan Warga, Muslimat NU Minta Judi Dingdong dan Jual Miras Ditutup

0Shares

SRAGEN, (Pancaran.net) – Kepala Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Sragen, Sutrisna bakal menggelar rapat mediasi di balaidesa, menyusul digeruduknya markas judi dingdong dan kios Miras oleh ibu-ibu anggota Fatayat dan Muslimat NU.

”Nanti dibuat surat pernyataan agar nanti tidak beroperasi lagi. Saya juga mbatin dan tidak menyangka ada yang jual Miras dan bikin tempat dingdong. Lewat situ tapi tidak menyangka. Pas digruduk ada bapak-bapak yang lari,” kata Kades Sutrisna, Selasa (14/7). Seperti dilansir timlo.

Sementara Ketua Fatayat NU Gawan, Paryati menyampaikan, aksi itu spontan dilakukan. Lantaran ibu-ibu kesal dan gemas dengan adanya tempat itu di Desa Gawan.

”Sama sekali tidak direncanakan, yang ada ibu-ibu semua, bapak-bapak malah tidak tahu. Informasinya tempat itu sudah lama,” terangnya.

Dia menyampaikan kekesalan ibu-ibu lantaran ada sebagian bapak-bapak hobi main dingdong. Lantas anak-anak pada saat tidak sekolah seperti ini juga banyak di lingkungan. Khawatirnya kios Miras dan tempat judi itu merusak generasi muda Desa Gawan.

Dia mengatakan, aksi ratusan emak-emak itu murni spontanitas dari ibu-ibu Fatayat NU dan Pengajian Asy-Syifa di desanya.

Sutrisna menambahkan, sebagai tindaklanjut, untuk menindaklanjuti akan digelar rapat dengan mengundang para pemilik warung, perwakilan ibu-ibu jemaah dan unsur Babinsa atau Babinkamtibmas untuk menyelesaikan masalah itu.

sumber: timlo