Menu Close

Milad ke 40 Institut Islam Mamba’ul ulum Gelar Pentas Wayang Kulit

0Shares

SOLO – Institut Islam Mamba’ul ulum Surakarta mengadakan serangkaian acara dalam rangka Milad ke- 40. Tema yang diambil kali ini adalah, ‘Agen Of Change With Quran and Solidarity’. Tujuannya adalah untuk menjadi agen perubahan dengan menggunakan Al-Qur’an serta membangun kebersamaan.

“Rangkaian acaranya yaitu keagamaan berupa kaligrafi, tilawah, dan MHQ. Sedangkan untuk olahraga ada bulu tangkis, tenis meja dan futsal yang dilakukan antar kampus. Serta acara puncaknya akan ditutup dengan pagelaran wayang kulit, ujar Rahma salah satu panitia. Selasa, (30/4).

Acara ini dihadiri oleh pembina dan pengawas, yayasan perguruan tinggi Islam surakarta, pemimpin kampus IIM, segenap dosen dan karyawan. Turut mengundang pejabat dan tokoh masyarakat setempat.

“Milad ini tidak ada tema khusus, namun lebih mengedepankan kampus yang merupakan kampus rohmattan lil’alamiin, dimana mahasiswa dari berbagai latar belakang yang berbeda, Solo sendiri merupakan kota budaya. Budaya wayang kulit, secara filosofi mempunyai makna yang mendalam tentang kehidupan, “jelas Samsuri, selaku Rektor II.

Acara pagelaran tidak berlangsung lama, namun berisi dakwah kepada masyarakat. Imam Suhadi, selaku Rektor IIM turut bahagia. Beliau menjelaskan, tahun ini IIM merayakan Dies Natalis ke 40. Nabi Muhammad juga menerima Wahyu sebagai Rasul pada usia ke 40. Besar harapan beliau, semoga kampus ini juga membawa keberkahan.

“Kulo ugi ngucapaken matursuwun dumugi bapak saha ibu ingkang rawuh kersanipun silaturahmi kaliyan ingkang Ajeng ningali pagelaran wayang ringgit. Dalang punika saking dosen IIM, Ki Ageng Ahans Mahabie, MA. Dalang Ki Ageng Ahsan Wakhid Hidayat, nggih punika mahasiswa IIM. Mbok bilih wonten kirang Kulo matur, nyuwun pangapunten,” tuturnya menggunakan bahasa jawa krama. []