Komunitas Kalam Hakiki Solo Gandeng Da’i Nasional Dakwah Via Sosmed

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Komunitas dakwah Kalam Hakiki Solo menggandeng sejumlah dai nasional untuk ikut berdakwah kepada generasi milenial. Hadir pada launching dakwah via podcast dan youtube Kalam Hakiki di antaranya da’i- da’i ternama seperti Ustaz Felix Siauw, Ustaz Abdullah Hadramy, Ustaz Faiz Baraja, dan  Moch. Ridwanullah, pada Ahad (20/10) di Kompleks Gedung Al-Irsyad, Pasar Kliwon, Surakarta.

Acara yang berlangsung sejak pukul 16.00 WIB tersebut dipadati oleh ratusan jamaah baik remaja maupun dewasa. Mereka duduk di selasar ruang kelas lantai dua, aula, halaman gedung dan masjid di kompleks Al-Irsyad. Pada kesempatan tersebut panitia memperkenalkan beberapa media milik Kalam Hakiki yang bisa diakses oleh jamaah seperti instagram, podcast, dan channel youtube.

Sesi dakwah di zaman milenial ini diawali oleh Ustaz Faiz Baraja yang menyampaikan beberapa poin seperti kewajiban dakwah bagi setiap muslim. Menurutnya seseorang dikatakan berlaku khianat ketika dia enggan berdakwah, meninggalkan jalan dakwah. Dia mengingatkan kepada jamaah bahwa agama Islam adalah amanah dari Allah yang semestinya dijaga keberadaannya di dunia ini, artinya Islam harus didakwahkan kepada seluruh umat manusia.

“Salah satu substansi dakwah ialah hikmah, ada tiga rukunnya yang pertama ilmu, hendaklak aktivis dakwah ialah yang paling rajin menuntut ilmu, kedua lemah lembut sebagaimana yang diajarkam Rasulullah yang ketiga tidak tergesa-gesa,” ujar Ustaz Faiz Baraja dihadapan jamaah yang hadir sore itu.

Sementara Ustadz Abdullah Hadramy sebagai pembicara kedua lebih menekankan tentang dahsyatnya sebuah doa. Sebagai seorang muslim tentu saja tidak boleh melupakan bahwa Allah Subhanhu Wa Ta’ala itu ada dan Dia Maha Berkehendak atas apapun di dunia ini. Sebagaimana kisah-kisah para nabi dan rasul Allah yang senantiasa berdoa kepada Allah, meskipun mereka seorang nabi yang sudah dijamin keselamatan hidupnya oleh Allah.

“Salah satu doa paling dahsyat ialah doa Nabi Sulaiman yang diabadikan dalam Al-Qur’an Surat Shaad ayat 35, Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi,” jelas Ustaz Abdullah Hadramy.

Sementara Ustadz Felix yang menjadi pembicara utama sekaligus terkahir menegaskan tentang arti Islam bagi orang beriman. Islam, Al-Qur’an dan dakwah selalu mengutamakan pentingnya perubahan pada setiap insan, perubahan yang menuju sempurna. Hal yang ironis ketika ada orang beriman mengaji, membaca Al-Qur’an tapi tidak ada perubahan maka ada yang aneh dalam diri orang tersebut.

“Perubahan ini harus ada ketika antum jadi seorang muslim, karena kenapa yang dilihat sama orang itu bukan Al-Qur’an, bukan Islam yang kita akui yang mereka lihat adalah perubahan,” kata Ustaz Felix.

Ustaz Felix mengungkapkan kondisi dirinya sebelum menjadi seorang muslim, misalnya dia pernah berpacaran, makan daging babi, tidak berlaku hormat terhadap orang tua, seorang yang tidak peduli terhadap orang lain. Islamlah yang menurutnya mengubah sudut pandangnya tentang kehidupan, nilai-nilai kehidupan seperti rasa hormat kepada orang tua, keinginan untuk senantiasa berbagi dan menolong sesama.

Menurutnya untuk menjadi seorang muslim itu tidak perlu kita menjadi sosok pribadi yang sempurna terlebih dahulu,  tapi dengan Islamlah hidup kita sebagai manusia akan menjadi sempurna. []

Reporter: Kukuh Subekti