Markus Sudibyo Ajak Kader IMM Bangun Jati Diri

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) yang terdiri dari Kota Surakarta, Sukoharjo dan Karanganyar mengadakan agenda sharing bersama Sudibyo Markus, merupakan salah satu pendiri IMM pada Jum’at sore (18/10) di ruang rapat Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Pada kesempatan tersebut turut hadir perwakilan PC IMM dari Kota Magelang dan Banyumas. Kegiatan pada sore itu  mengusung tema, “Peranan IMM dalam Menghadapi Problematikq ke-Indonesiaan”. Acara ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dan wawasan dengan salah satu pendiri IMM.

Sudibyo Markus juga memberikan wejangan kepada para penerus organisasi yang dibangunnya 55 tahun silam bersama Moh. Djazman Al-Kindi dan kawan-kawannya yang lain. Menurutnya, pada tahun 65-70 an merupakan tahun-tahun awal bagi IMM untuk merintis sebuah organisai dengan menumbuhkan visi serta value yang akan mereka bawa. Barulah pada tahun setelah 70-an hingga tahun 80-an bias pada organisasi IMM mulai dapat hilang dan akhirnya tahun-tahun selanjutnya kader IMM dapat melanjutkan visi dan cita-cita yang ingin IMM capai.

Sudibyo dihadapan ratusan peserta juga menyampaikan beberapa hal baik itu tentang sejarah singkat terkait terbentuknya IMM,  juga memberikan tips untuk kader IMM di zaman sekarang.

“Saya berpesan agar para kader-kader IMM mulai membangun jati dirinya sebagai kader yang memiliki kecerdasan majemuk, dimana kecerdasan yang dimiliki tidak hanya di satu bidang saja, selanjutnya kader harus dapat meniti akademik yang bagus. Kemudian menjadi generasi muda Muhammadiyah yang mampu memahami lingkungan kebangsaannya dan terakhir dapat membangun wawasan dan jaringan komunikasi yang luas,” katanya.

“Kaderisasi yang terbaik adalah mengikuti kegiatan praksis yang ada di Muhammadiyah, seperti NA (Nasyiatul Aisyiah-Red)  dan lain-lain” tambahnya di sela pembicaraan.

Ia juga menegaskan bahwa kader IMM harusa dapat mengalir sesuai realitas kehidupan. Mengalir bukan berarti mudah terbawa arus, namun dapat mengikuti perkembangan zaman dan isu yang ada di tengah masyarakat. Apalagi dalam menyikapi hal-hal politik yang ada di Indonesia.

“Kader IMM diharuskan mampu memahami isu yang ada sehingga mampu menyikapinya adengan baik.” terangnya.

Kader IMM yang militan baginya adalah seseorang yang mampu menyikapi permasalah yang ada di masyarakat dengan proporsional. Esensi dasar dari seorang kader militant menurutnya adalah orang yang adapat mengikuti informasi atau isu yang sedang terjadi.

“Orang modern itu orang yang dapat mengambil sikap pada hal-hal yang terjadi di sekitarnya, tapi bukan berarti kita harus menyikapi semua hal diluar fokusan atau relevansi kita” tegasnya sebelum menutup kegiatan sore itu dengan memimpin doa bersama. []

Reporter: Kukuh Subekti