Pengurus PD PII Surakarta Periode 2019/ 2020 Resmi Dilantik

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Surakarta periode 2019/2020 secara resmi sudah dilantik. Pelantikan pengurus berlangsung di Aula Gedung Panti Asuhan Keluarga Yatim Muhammadiyah (PAKYM) Surakarta, Sabtu (5/10).

Ketua PD PII Surakarta periode 2019/ 2020, Zaim Muhammad Tsaqif Adinegara dalam sambutan singkatnya berharap jika PII lebih bisa saling mengenal dengan organisasi pelajar Islam yang lainnya. Mengingat di Solo, keberadaan PD PII sempat vakum beberapa bulan dan semoga keberjalanan organisasi selanjutnya dapat berjalan lancar dan mendapat ridha dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Mudah-mudahan kita semua dibantu oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam menjalankan amanah serta berdakwah Islamiyah kepada masyarakat,” kata Zaim.

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Wilayah PII Jawa Tengah, Rizka Noor Miftahul Ulum dalam sambutannya menyoroti masalah bahaya narkoba di kalangan pelajar di Jawa Tengah. Menurutnya Kota Surakarta yang menjadi lahan dakwah PD PII Surakarta menempati urutan kedua di Jateng perihal peredaran narkoba. Dia berharap agar PD PII Surakarta bersinergi dengan organisasi pelajar Islam yang lain di Kota Surakarta.

Acara pelantikan selain dihadiri oleh kader PII, Keluarga Besar PII Surakarta, juga tamu undangan seperti perwakilan rohis Surakarta, dan IPM. Pada kesempatan tersebut KB PII yang diwakili oleh Roko Patria memberikan pesan kepada segenap pengurus yang baru untuk senantiasa menumbuhkan kreativitas dalam menjalankan amanah organisasi. Selain itu dia berharap agar PD PII senantiasa menjalin silaturahmi yang baik dengan para seniornya termasuk mereka yang ada di KB PII Surakarta.

“Kata kuncinya kreatif dan inovatif jangan takut-takut mengkreasikan sesuatu, jangan takut mencoba suatu hal yang baru, mendesain kegiatan yang baru kalau perlu terobosan-terobosan jangan takut salah paling-paling cuman dicap “bid’ah” ya, semuanya berlatih jangan takut salah,” tutur Roko Patria mewakili KB PII Surakarta. []

Reporter: Kukuh Subekti