DSKS Desak Pemerintah Tangkap Aktor Intelektual Tragedi Wamena

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) melakukan aksi damai sebagai bentuk dukungan terhadap warga Wamena. Bahwa tanggal 23 September 2019 di Wamena Papua telah terjadi kerusuhan yang mengakibatkan 33 orang meninggal dunia termasuk dokter Soeko Marestiyo, +- 10.000 warga mengungsi, 465 ruko, 165 rumah, 224 Mobil dan 150 motor dibakar oleh para perusuh.

DSKS menganggap ini sebagai bentuk kegagalan pemerintah dalam menjalankan kewajibannya sebagaimana amanat dalam UUD 1945 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Peristiwa kerusuhan di Wamena bukan peristiwa kecil termasuk peristiwa yang memiliki makna yang sangat dalam di mana sebagai seorang muslim mengimani bahwa membunuh seorang manusia berarti membunuh seluruh umat manusia di dunia, sementara di Wamena sudah jatuh korban yang cukup banyak. Selain itu amanah menjaga keutuhan NKRI dari aksi separatis yang dilakukan oleh gerakan OPM.

Selanjutnya DSKS dalam pernyataan sikapnya menyampaikan:

1) Turut berduka cita mendalam atas meninggalnya dr. Soeko Marestiyo.

2) Mempertanyakan kinerja Polri, TNI dan BIN atas Tragedi di Wamena Papua yang memakan korban harta dan jiwa.

3) Mendesak pemerintah baik pusat maupun daerah dan aparat keamanan segera melakukan pemulihan kondisi di Wamena dengan pendekatan persuasif agar situasi kembali aman dan tetap meningkatkan keamanan bagi semua warga termasuk para pendatang.

4) Menindak semua perusuh dan menangkap aktor intelektual tragedi Wamena Papua karena sudah diluar batas kemanusiaan termasuk menginvestigasi keterlibatan Organisasi Papua Merdeka OPM.

5) Meminta Presiden Jokowi serius menangani problematika di Papua, jika tidak mampu menjalankan tugasnya sebagai presiden terkait problem di Papua sebaiknya mengundurkan diri. 6) Bahwa Penegakan hukum yang lemah ataupun secara berlebihan akan berdampak pada keamanan negara secara umum dan memicu konflik horisontal.[]

Reporter: Kukuh Subekti