Mendikbud Resmikan Gedung SMP & SMA Muhammadiyah PK Kottabarat

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy meresmikan Gedung SMP dan SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta, gedung baru tersebut terletak bersebelahan di Jalan Pleret Raya, Kelurahan Banyuanyar dan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jumat (4/10). Hadir pada acara tersebut Komite Perguruan Muhammadiyah Kottabarat, orang tua wali murid, tamu undangan perwakilan dari sekolah-sekolah di Muhammadiyah Surakarta serta perwakilan dari jajaran Pemerintah Kota Surakarta, serta dinas-dinas terkait.

Muhadjir Effendy pada kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas keberhasilan pendidikan dilingkup Muhammadiyah PK Surakarta untuk bersaing dengan sekolah-sekolah lain baik swasta ataupun negeri di Indonesia. Melalui peresmian gedung sekolah, diharapkan mampu memacu sekolah untuk terus meningkatkan prestasi sekolah.

“Perguruan Muhammadiyah Kottabarat ini adalah model perguruan yang betul-betul konsisten mengikuti garis kebijaksanaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan sebetulnya kebijakan yang sejak awal saya menjadi menteri yang saya harapkan ya jadinya seperti ini. Jadi ya seperti perguruan Muhammadiyah ini jadi saya sangat bangga dan senang akhirnya apa yang saya gagas itu kalau diterapkan dengan sungguh-sungguh. Ternyata betul-betul seperti inilah kebijakan Kemendikbud kalau diterapkan sungguh-sungguh,” kata Muhadjir dalam sambutannya.

Salah satu kebijakan yang dikeluarkan oleh Muhadjir selama menjadi Mendikbud ialah Peraturan Menteri (Permen) Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah. Keberadaan komite sekolah bukan hanya dimaknai sebagai wadah atau organisasi semata namun lebih pada bagaimana keberadaan komite sekolah sebagai ruh sekolah yang mampu membangun ekosistem pendidikan.

“Ekosistem pendidikan itu ada tiga wilayah yaitu sekolah, masyarakat, dan keluarga kalau tiga-tiga ini saling koheren, saling tali-temali, saling jalin-menjalin dalam rangka memajukan anak-anak didiknya. Memajukan proses belajar-mengajar peserta didiknya itu akan betul-betul tercapai dengan maksimal proses kegiatan pendidikan dan itu tergambar di sini, hubungan antara komite sekolah, sekolah, wali sekolah dan masyarakat, itu saling mendukung,” imbuhnya.

Ketua Komite Perguruan Muhammadiyah Kottabarat, Marpuji Ali dalam laporannya dihadapan tamu undangan mengatakan bahwa dirinya bersyukur pada hari Jumat (4/10) akhirnya bisa diadakan peresmian gedung sekolah setelah mengalami beberapa penundaan. Menurutnya kegiatan full day school yang dilaksanakan oleh Sekolah Muhammadiyah PK berdasarkan gagasan dari salah satu tokoh Muhammadiyah Surakarta, Dahlan Rais.

Pada awalnya Sekolah Muhamamdiyah PK berawal dari adanya kesepakatan terhadap SD Muhammadiyab 9 Kottabarat untuk dikembangkan menjadi SD Muhamamdiyah PK. Bagaimana caranya supaya SD Muhamamdiyah yang sudah ada menjadi sekolah yang maju daripada memulai sendiri maka langsung saja gagasan program itu digabungkan dengan bangunan sekolah yang sudah ada.

” Pada waktu dibantu oleh salah seorang guru besar di UNS, waktu itu sebagai Ketua Tim Pengembang  SD Muhammadiyah Program Khusus, alhamdulillah setelah berjalan SD Muhammadiyah ini menjadi baik pada 2001 dan pada tahun 2010. Maka para wali siswa “Apa tidak ada SMPnya?” Maka di sekolah kita buka SMP Program Khusus, dalam bahasa Jawanya untel-untelan di kompleks Masjid Kottabarat, setelah dipandang sudah tidak mungkin maka hijrah di Banyuanyar dan setelah ini berjalan maka pada tahun 2016 ada tuntutan lagi para wali siswa supaya ada SMA Muhamamdiyah Program Khusus,” urai Marpuji Ali.

Selanjutnya pada tahun 2016 pihaknya membuka SMA Muhammadiyah PK. Marpuji menyampaikan bahwa kemajuan yang ada di Perguruan Muhammadiyah Kottabarat saat ini adalah adanya sinergisitas antara Persyarikatan Muhammadiyah, Civitas Akademika dilingkup perguruan, wali siswa. Kebersamaan ini pun terbuka terhadap kritik dan saran dari para wali siswa agar jika ada kekurangan bisa segera diperbaiki dan dibenahi.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dahlan Rais, Direktur Pembinaan SMA, Purwadi Sutanto, dan Kepala SMP dan SMA Muhammadiyah PK. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan launching karya literasi siswa SD dan SMP berupa kumpulan antologi cerita Kampung Ramadan dan Sebuah Memor Perjuangan Kelas 9. []

Reporter: Kukuh Subekti