The Great Muharram UNS Hadirkan Syekh Internasional

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – JN UKMI UNS mengadakan kajian akbar berskala internasional dengan tema besar “The Great Muharram”. Hadir pada kesempatan tersebut syekh dari Negara Mesir seperti Syekh Misari Rasyid dan Syekh Abdurrahman Munis Al Laitsi, sementara untuk penerjemah bahasa ada Ustadz Sihabbuddin dari Pondok pesantren Isykarima Karangpandan, Karanganyar.

UNS selama beberapa tahun terakhir memiliki kepedulian terhadap para penghafal Al-Qur’an. UNS merupakan kampus negeri yang berusaha menampilkan warna “hijau” sebagai identitas kampusnya. Oleh karenanya sangat wajar jika ada yang mengatakan bahwa mahasiswa-mahasiswi UNS kualitasnya tidak kalah dengan santri pesantren.

“Walaupun universitas negeri, universitas nasional tetapi mahasiswanya tidak kalah dengan pondok pesantren, sehingga sebaliknya pondok pesantrenpun tidak kalah dengan universitas, ajaran Islam kan seperti itu ilmu dunia dan ilmu agama itu seimbang,” tutur Wakil Rektor Bidang Akademik, Ahmad Yunus dihadapan ribuan jamaah yang hadir pada Senin Sore (30/9).

Ahmad Yunus yang juga sebagai Ketua Takmir Masjid Nurul Huda UNS berpesan agar jamaah yang hadir terutama kalangan muda bisa seperti para ilmuan muslim yang memimpin peradaban dunia pada masa kejayaan Islam. Salah satu caranya adalah meningkatkan kecintaan literasi kita terhadap Al-Qur’an. Penemuan-penemuan ilmu yang luar biasa pada saat itu berasal dari Al-Qur’an seperti ilmu _falaq_, astronomi, siklus perekonomian sebagaimana kisah Nabi Yusuf ketika negara Mesir dilanda musim kemarau selama tujuh tahun.

Terkait kecintaan kita terhadap Al-Qur’an juga disampaikan oleh Syekh Abdurrahman dalam ceramahnya. Menurutnya Al-Qur’an mampu memberikan hidayah kepada siapa saja yang bersamanya, terutama dalam Surat Al-Isra ayat 9 sampai 17. Apabila kita hidup sesuai yang Allah firmankan dalam Al-Qur’an maka kita akan senang dalam hidup menjadi semangat dalam belajar dan bekerja.

“Banyak petunjuk dalam Al Qur’an Nur Kareem, sekiranya kita ikut Al-Qur’an dengan benar-benar kita akan dapat senang dalam hidup, kadang-kadang ada orang sebagai contoh ia cari pikiran yang lain yang  jauh dari Al-Qur’an, dan saya sudah coba boleh kita ikut seperti ini tapi jangan juga tinggalkan Al-Qur’an harus kita mengutamakan Al-Qur’an dalam kehidupan kita,” jelas Syekh Abdurrahman.

Syekh Abdurrahman juga menjelaskan setiap penjelasan dan petunjuk Al-Qur’an sudah dijelaskan lebih jauh dalam Hadist Rasulullah Muhammad. Al-Qur’an merupakan rahmat bagi semesta alam yang dibawa oleh Nabi Muhammad kepada umatnya. Siapa saja umat Nabi Muhammad yang mengikuti kabar Al-Qur’an akan memperoleh kabar bahagia.

Umat Nabi Muhammad sudah dijamin masuk surga dengan rahmat kasih sayang  dari Allah. Namun Allah juga ingin agar hamba-hamba-Nya menjadi hamba yang istimewa yakni masuk surga dengan keridha’an Allah. Kunci keridhaan-Nya diperoleh apa bila kita beramal shaleh sebagai mana petunjuk Al-Qur’an.

“Jadi amalan itu penting, jangan kira kita hanya beriman saja, tidak merealisasikan keimanan kita kepada Allah, memang kita akan masuk surga dengan ramhat Allah tapi kita masuk dengan keridhaan Allah jadi kita masuk surga dengan rahmat dan amalan,” terang Syekh Abdurrahman. []

Reporter: Kukuh Subekti