Diduga Sebar Berita Bohong Politisi PDIP Dilaporkan ke Polisi

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Kader PDIP yang sekaligus Ketua komisi IV DPRD Surakarta Putut Gunawan dilaporkan ke Polresta Surakarta terkait dugaan penyebaran berita bohong yang dilakukan di akun facebook miliknya Senin, (30/9/2019).

Sebelumnya, akun FB dengan nama Putut Gunawan menuliskan status ‘Mobil PMI DKI Bawa Amunisi Kerusuhan Demo. Pecat Gubenur DKI! #BaswedanEdan pada Kamis, (26/9/2019), hal itu kemudian membuat Mulyono warga Badran Mulyo, Lalung, Karanganyar melaporkan ke pihak berwajib.

Status dari Putut yang juga Ketua Tim Penjaringan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota DPC PDIP Solo tersebut kemudian menuai kontroversi di kalangan netizen.

Menurut pantuan Pancaran, status yang mendapatkan komentar sekitar 1318 ribu dan 11 kali dibagikan itu akhirnya dihapus oleh Putut Gunawan.

Sementara itu, Zaenal Mustofa penasehat hukum pelapor menyebut kalimat #BaswedanEdan sebagaimana tertulis dalam postingannya terkategori ujaran kebencian terhadap marga “Baswedan” yang merupakan Marga Arab-Indonesia.

“Tindakan Putut mencerminkan seorang yang tidak cinta NKRI karena dapat memancing kebencian di kalangan masyarakat Indonesia,” katanya Senin, (30/9/2019).

Postingan anggota DPRD Solo dari PDI Perjuangan tersebut juga dinilai Zaenal memuat berita hoax.

“Mengingat informasi yang beredar bahwa mobil PMI dan Ambulance DKI Jakarta membawa batu atau amunisi dalam kerusuhan demo pada hari Rabu, 25 September 2019 adalah tidak benar, sebagaimana klarifikasi dari Kabid Humas Polda Metro Jaya oleh Kombes Pol Argo Yuwono pada Kamis 26 September 2019,” ungkapnya.

Lebih lanjut Putut Gunawan terancam penjara 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak 1 miliar rupiah sebagaimana diatur dalam Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo. Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Zaenal juga mendesak Badan Kehormatan DPRD Solo segera menonaktifkan Putut Gunawan dari anggota Dewan Kota Solo.

“Karena itu kami berharap polisi tidak melakukan disparitas pidana dan tetap melanjutkan kasus ini dengan menetapkan Putut Gunawan sebagai tersangka dan menahannya sebagaimana tindakan polisi terhadap kasus-kasus sejenis,” tandasnya. []

Reporter: Ristyan A