Garda Pembela Pancasila Gelar Aksi Damai Tolak RUU P-KS di DPRD

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Ratusan Mahsiswa dari berbagai kampus di Surakarta yang tergabung dalam Aliansi Garda Pembela Pancasila melakukan aksi damai  penolakan RUU P-KS (Penghapusan Kekerasan Seksual) di depan kantor DPRD Kota Surakarta pada Kamis, 26 September 2019 pukul 13.00 WIB.

Korlap aksi dari Aliansi Garda Pembela Pancasila, Hani Wahyu Nugroho sampaikan aksi ini merupakan gabungan mahasiswa beberapa kampus yang ada di wilayah Solo Raya.

Kehadiran mereka, lanjut dia, karena panggilan hati mahasiwa terhadap permasalahan moral dan ingin menyuarakan penolakan RUU penghapusan kekerasan seksual (PKS) yang saat ini sudah di DPR.

“Karena RUU tersebut sangat tidak sesuai dengan nilai-nilai dalam Pancasila, agama dan norma-norma adat yang berlaku di Indonesia,” paparnya, Kamis (26/9).

Penolakan RUU P-KS ini atas dasar menjaga ideologi Pancasila di Indonesia. RUU P-KS yang telah diusulkan sejak tahun 2015 masuk dalam prolegnas ini sarat dengan nilai liberalisme yang mengabaikan Pancasila, ketahanan keluarga, agama, dan moralitas bangsa Indonesia.

Dengan adanya keresahan pasal multitafsir yang berdampak fatal di masa depan, masa aksi siang itu menuntut untuk menolak pengesahan RUU P-KS dan mendesak PANJA (Panitia Kerja) RUU P-KS di komisi 8 DPR RI untuk meniadakan pembahasan RUU P-KS melalui DPRD Surakarta.

Masa melakukan orasi menyampaikan aspirasi kemudian perwakilan tiga puluh orang diizinkan memasuki gedung DPRD untuk melakukan audiensi. Sementara itu pihak anggota DPRD diwakili oleh Jugo Agung Ruwanto (F-PDIP), Achmad Sapari (F-PAN), Taufiqurrahman (F-Golkar), dan Didik Hermawan (F-PKS) sepakat untuk menyampaikan aspirasi warga Surakarta dalam Aliansi Garda Pembela Pancasila ke tingkat provinsi untuk dilanjutkan ke DPR RI melalui surat pengantar dari masing-masing fraksi di DPRD.

Achmad Sapari, anggota DPRD F-PAN menyampikan apresiasi kepada mahasiswa yang melakukan aksi damai, beliau juga menambahkan masyarakat bebas menyampaikan aspirasi dengan etika di ruangan gedung DPRD.

“Kami berharap anggota DPRD amanah dalam menyampaikan aspirasi yang menjadi keresahan bersama. Beberapa hari lalu sejumlah masa pun melakukan demonstrasi dengan salah satu tuntutannya adalah Sahkan RUU P-KS karena banyak masyarakat yang belum menyadari dan memhami kebobrokan RUU ini,”  ujar Agil Setiawan selaku koordinator aksi.

Aksi pada siang hari itu belangsung damai dan ditutup dengan doa bersama kemudian masa aksi meninggalkan lokasi gedung DPRD Surakarta dengan tertib. []