Teteh Khadija Ajak Jamaah Menjaga Iman & Taqwa

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Kelompok pengajian muslimah Humaira mengundang Teteh Khadija atau Peggy Melati Sukma dalam kajian rutinnya. Pada kesempatan itu Teteh Khadija berpesan tentang pentingnya menjaga iman dan taqwa ketika hati merasa lelah dengan berbagai cobaan hidup dan kelelahan berdampak pada pondasi iman terguncang.

Ratusan jamaah kajian muslimah yang datang memadati seluruh area masjid Nurul Iman Kalitan, Solo sejak pukul tujuh pagi. Mereka dengan sabar menanti sosok teteh Khadija yang saat itu masih dalam perjalanan menuju lokasi. Tema kajian pada hari Kamis (26/9) ialah ” Saat Lelah menghadang dan Iman Terguncang”.

Teteh Khadija membuka kajiannya dengan menjelaskan tentang definisi qalbun salim atau hati yang selamat. Menurutnya hanya hati yang selamatlah yang tidak akan lelah ketika cobaan hidup datang melanda, sekaligus iman pun tidak akan mudah terguncang. Lantas bagaimana cara menjaga supaya iman tetap kuat serta hati tetap selamat?

“Allah sudah menyampaikan dalam Surat Yunus ayat 63,64,65 para wali Allah, para kekasih Allah adalah mereka hamba-hambanya Allah yang di hatinya tidak mudah kuatir, tidak mudah sedih. Sebab, mereka beriman dan bertaqwa dan yakin sama Allah, sebab mereka tahu, paham ada Allah mereka tidak mudah terguncang-guncang perasaannya, hatinya karena di sana ada kata iman dan taqwa”, ujar Teteh Khadija kepada jamaah kajian yang hadir menyimak kajian.

Iman dan taqwa menjadi kata kunci di dalam kita umat muslim menjalani segala lika-liku kehidupan. Iman artinya kita yakin adanya Allah, dengan iman pula seorang hamba akan kuat dalam bertauhid. Selanjutnya taqwa, taqwa ialah pelaksanaan dari syariat-syariat Allah berdasarkan keyakinan kita kepada Allah artinya kita menjalankan apa yang menjadi ketentuan-ketentuan Allah.

Perintah-perintah Allah berarti kesukaan-kesukaan Allah yang barang kali bukan kesukaan kita. Misalnya dalam hal percintaan sering kali kita berargumen bahwa semuanya kehendak hati, dan hati merupakan ciptaan Allah. Padahal sesungguhnya Allah sedang menguji kita akankah kita mendahulukan kehendak hati kita atau kehendak Allah.

“Allah itu mau lihat kita mendahulukan hati atau mendahulukan yang Allah suruh, kalau kita mendahulukan hati ya kita sudah bergerak tidak sesuai dengan sistem karena kita tidak mengikuti ketentuan Allah padahal tadi dikatakan para kekasih Allah dia tidak akan mudah sedih, tidak akan mudah khawatir karena dia beriman dan bertaqwa”, jelasnya.

Para wali Allah tidak mudah merasa sedih dan khawatir karena mereka beriman dan bertaqwa. Selanjutnya yang membuat mereka tidak mudah sedih dan khawatir bukan kehebatannya, bukan kemampuan hambanya tersebut. Semua karena pertolongan Allah yang menjadikan hatinya kuat karena Allah tahu hambanya senantiasa berjuang menjaga hatinya dalam keimanan dan ketaqwaan.

“Jadi Allah kasih hadiah pada hati si hamba ini menjadi hati yang selamat, qalbun salim, hati yang tidak mudah khawatir, tidak mudah sedih terguncang-guncang, Allah yang akan beri hadiah, Allah yang akan tenangkan hatinya” tutur Teteh Khadija.

Pertolongan Allah itu dikarenakan Allah tahu jika hambanya senantiasa berikhtiar menjaga iman dan taqwa kepada Allah. Kunci dalam menghadapi badai kehidupan ialah senantiasa menggarap iman dan taqwa kepada Allah Subhanhu Wata’ala. Menggarap iman dan taqwa pun harus bersungguh-sungguh dalam berikhtiar karena tujuannya ialah akhirat.

“Salah satu naungan di akhirat ialah naungan hati yang selamat kita harus dalam system. Allah mambuat sistem, sistemnya kita harus menghamba kepada Allah jadi kalau kita melakukan sesuatu yang tidak Allah jadikan sistem atas kita  jangan berani bertanya kok gini, apa salah dan dosaku jangan tanyakan itu ke Allah nanti yang ada kita keluar dari sistem Allah”, paparnya. []

Reporter: Kukuh Subekti