Timbulkan Polemik, Sari Warna Akhirnya Cabut Aturan Tentang Kerapian Kumis dan Jenggot

0Shares

KARANGANYAR, (Pancaran.net) – Terkait polemik dugaan adanya pelarangan bagi karyawannya yang berjenggot, PT Sari Warna 1 Kebakramat bersama elemen umat Islam Karanganyar menggelar jumpa pers di MAF Resto, jalan Brigjen Slamet Riyadi, Lalung, Karanganyar Selasa, (24/9/2019) siang.

Dalam jumpa pers tersebut, hadir Manajer PT Sari Warna 1, Daniel, perwakilan Majelis Mujahidin ustadz Sukma dan Ketua Aliansi Umat Islam Karanganyar ustadz Fadhlun Ali dan Deni Dwi Hermawan karyawan PT Sari Warna 1 yang mengundurkan diri paska munculnya tata tertib soal kerapian kumis dan jenggot tersebut.

Manajer PT Sari Warna 1, Daniel mengatakan, bahwa perusahaannya akhirnya mencabut aturan tata tertib perusahaan tentang kerapian kumis dan jenggot karena dianggap multitafsir dan sempat menulai polemik.

‘’Kami sepakat untuk mencabut pasal 18 di aturan perusahaan tersebut, sebab bisa meresahkan. Kami juga introspeksi untuk segala masalah yang berkaitan dengan aturan perusahaan yang memungkinkan memancing keresahan,’’ katanya.

Sementara itu, Deni meminta agar persoalan menyangkut dirinya tidak lagi dipermasalahkan, karena dianggap sudah selesai dan terjadi kesepakatan antara pihaknya dengan PT Sari Warna 1 Kebakramat.

“Namun jangan ditafsirkan yang tidak-tidak, pengunduran diri saya tidak disebabkan masalah jenggot, namun karena persoalan pribadi saya yang ingin berusaha sendiri. Masalah jenggot hanya pemicu saja untuk seterusnya mundur, dan perusahaan sepakat memberi pesangon sesuai aturan hukum,’’ ungkap Deni.

Menggapi hal itu, ketua Aliansi Umat Islam Karanganyar ustadz Fadlun Ali beharap kejadian serupa tidak terjadi lagi khususnya di wilayah Karanganyar.

“Semoga tidak ada lagi stigma buruk terhadap karyawan yang menjalankan Sunnah memelihara jenggot, misal dengan tuduhan radikal, teroris dan sebagainya,” ungkapnya.

Menghimbau kepada manajemen perusahaan di Kabupaten Karanganyar agar mencabut peraturan pelarangan terhadap karyawan yang melaksanakan sunnah nabi dengan memelihara jenggot.

Sebelumnya, pada Sabtu, (21/9/2019) telah terjadi pertemuan di PT Sari Warna 1 Kebakramat antara perwakilan elemen umat Islam Karanganyar dan PT Sari Warna 1.

Dalam pertemuan tersebut, hadir perwakilan PT Sari Warna 1 Daniel, Ketua Aliansi Umat Islam Karanganyar ustadz Fadlun Ali, ustadz Mujahid dari MMI dan ustadz Joko dari FPI juga disaksikan oleh Camat, Kapolsek, dan Danramil Kebakkramat Karanganyar.

Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa terjadi multitafsir terkait peraturan tata tertib tentang kerapian kumis dan jenggot di perusahaan PT Sari Warna 1 Kebakramat. []

Reporter: Riystian A