DEMA FEBI IAIN Surakarta Hadirkan Sherly Annavita dan Faldo Maldini

0Shares

SUKOHARJO, (Pancaran.net) – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta mengadakan seminar nasional dnegan menhadirkan dua tokoh  nasional Sherly Annavita dan Faldo Maldini. Seminar nasional yang mengambil tema “Milenial Bicara Ekonomi Indonesia” ini berlangsung  pada Senin (24/9).

Seminar nasional yang bertempat di Gedung Graha IAIN, Surakarta ini dihadiri oleh 800 peserta. Acara seminar dibuka langsung oleh perwakilan Kepala Jurusan Manajemen Bisnis Syariah (MBS) Datien Eriska Utami. Acara turut dimeriahkan oleh penampilan teman-teman Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sentra Tari dan Beladiri.

Pembicara pertama dalam seminar ini ialah Sherly Annavita. Pada kesempatan perdananya dia lebih dulu menyampaikan kutipan kata mutiara dari Ali Bin Abi Thalib.  Kutipan mutiara itu menjadi pemantik jalannya seminar nasional yang dikhususkan bagi generasi milenial.

“Pemuda hari ini adalah pemimpin dimasa yang akan datang,” ucapnya.

Selanjutnya dia menyampaikan materi terkait bagaimana seharusnya milenial bertindak. Setidaknya untuk 15 tahun kedepan, akan menjadi seperti apakah para pemuda milenial. Bahkan dia banyak menekankan kepada para milenial yang hadir untuk menjadi pemuda yang terbaik dibidangnya, karena pasti akan ada seleksi alam dan hanya yang terbaiklah yang akan lolos.

“Kalau hanya ada 1000 pemuda yang menjadi bagian dari perubahan, maka jadilah 10 diantaranya. Kalau ada 1000 alasan untuk menunda, maka buatlah 1001 alasan untuk memulainya hari ini” kata Sherly.

Sementara Faldo Maldini sebagai pembicara kedua lebih menyoroti seputar situasi perekonomian Indonesia dan faktor pendukungnya. Menurutnya  Indonesia itu kaya akan sumber daya manusianya, tetapi kekurangan pada sektor produktivitas, sehingga berdampak pada kegiatan ekspor yang sembarangan. Problematika yang terjadi di Indonesia yang lain ialah terletak pada fondasinya, pembangunan infrastruktur yang berkembang pesat memang baik, namun disisi lain seharusnya pemerintah juga meningkatkan keefektivitasan dan produktivitas dalam sektor produksi.

Faldo juga membahas kondisi terkini perekonomian Indonesia yang banyak disokong oleh sektor informal seperti munculnya beberapa start up yang memiliki tingkat valuasi tinggi di Indonesia. Dia juga menyebutkan langkah-langkah yang seharusnya milenial lakukan, milenial harus punya project atau visi untuk diri sendiri maupun negara kedepannya. Generasi milenial harus memperkuat akademiknya, skill yang dimilikinya, dan milenial harus melek akan politik.

“Kalau kita sama-sama bergerak, pasti akan bertemu lagi kelak. Tetapi kalau tidak bertemu lagi, pasti ada salah satu dari kita yang berhenti bergerak. Sedang, kita tidak tahu dimasa yang akan datang, bisa jadi saya yang akan duduk di kursi dan mendengarkan teman-teman berdialog,” jelas Faldo sembari menyemangati peserta yang hadir.

Seminar nasional ini pun sempat dijeda dengan penampilan musikalisasi puisi dari salah satu mahasiswa FEBI IAIN Surakarta. Selain itu acara juga diselingi oleh aksi Galang Dana yang dipandu oleh pihak Aksi Cepat Tanggap (ACT). ACT mengajak peserta yang hadir untuk peduli terhadap korban bencana kebakaran hutan seperti di Riau, Pontianak, Palangkaraya dan kekeringan di wilayah Sragen. []

Reporter: Kukuh Subekti