Menu Close

Tumpul kepada OPM Tajam pada Ulama

0Shares

SOLO – Sekekompok masa yang mengatasnamakan dirinya Gabungan Presedium Rakyat Bergerak (GEPRAK) melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolres Surakarta. Masa menuntut atas ketidakadilan hukum yang terjadi di Indonesia.

Banyaknya aktivis Islam dan Ulama yang dikriminalisasi menjadikan umat Islam kecewa. Disis lain pemerintah dalam hal ini kepolisian terlihat tidak serius dalam menangani tindakan OPM atau Kelompok Kriminal Sipil (KKSB) di Papua yang telah terbukti melakukan tindakan makar dengan membunuh masyarakat sipil dan TNI/Polri.

“Seharusnya pemerintah segera membasmi organisasi separatis seperti ini dengan pasal makar ataupun terorisme,” Ujar Edi Lukito selaku Ketua GEPRAK, Rabu, (15/5).

GEPRAK juga menanyakan terkait alasan kepolisian menangkap sejumlah aktivis Islam seperti Eggy Sudjana serta penetapan terseangkap terhadap Ustaz Bachtiar Nasir dan lainnya.

“Jadi polisi, TNI, Presiden kudu adil jangan sampai rakyatnya jadi korban. Hari ini kita lihat pejuang pemilu jurdil malah ditangkap dan dipenjara,” tambahnya.

Dalam aksinya GEPRAK menilai bahwa pasal makar lebih tepat diterapkan kepada OPM daripada terhadap Eggy Sudjana dan lainnya.

Penyampaian pendapat dimuka umum adalah Hak Asasi Manusia yang melekat kepada setiap warga Negara Indonesia yang dijamin oleh UU.

“Kami berharap setiap tahapan pemilu harus transparan, jujur dan adil terhindar dari kecurangan dan korban jiwa,” kata Edi Lukito.

Terakhir GEPRAK meminta kepada Kapolri membebaskan tanpa syarat terhadap Eggy Sudjana ataupun pihak yang dilaporkan makar seperti Kivlan Zein, Liues Sungkarisma dan Permadi.

Selain melakukan aksi perwakilan GEPRAK juga berniat beraudensi dengan Kapolres atau lainnya namun tak satupun pejabat Polres Surakarta yang mau menemui. Perwakilan GEPRAK hanya diterima di ruang SPK. []