Film The Santri Tuai Kontroversi

0Shares

KARANGANYAR, (Pancaran.net) – Munculnya film The Santri besutan sutradara Living Zheng menuai kontroversi dari berbagai pihak. Film yang mengambil latar belakang tentang kehidupan santri hingga negara Amerika tersebut dianggap tidak mewakili akhlak dan perilaku para santri di pondok pesantren.

Mudir Pondok Pesantren Salman Al Farisi Karangpandan, Karanganyar ustadz Sanif Alisyahbana menjelaskan bahwa dalam penggambaran tentang sosok santri baik melalui visualisai, tulisan maupun film hendaknya memperhatikan beberapa hal.

“Yang pertama bahwa santri penuntut ilmu itu adalah satu sosok yang menggambarkan akhlak yang mulia keluhuran budi, Itu adalah santri, maka santri juga harus mengimbangi karakteristiknya sebagaimana selayaknya menjadi seorang pembawa Al-Quran dan hadits,” katanya saat dihubungi Pancaran Jum’at, (20/9/2019).

Menurut ustadz Sanif sapaan karibnya, akhlak-akhlak yang paling mendasar adalah bahwa santri itu jauh dari apapun yang dilarang di dalam Al-Quran dan hadist.

“Artinya ketika ada upaya penggambaran sosok santri dengan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai syariat apa lagi di situ melanggar norma-norma syariat secara dzohir, maka sungguh tidak layak untuk dijadikan potret gambaran santri ini hal-hal yang sangat mendasar,” ungkapnya.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Tahfidz Baitul Mukmin Qurani (BMQ), Ngadiluwih, Matesih, Karanganyar ustadz Syamsuddin Asrori menegaskan bahwa santri adalah orang yang menjadi pelopor kebaikan, meninggalkan kemaksiatan dan penerus ulama.

“Dari sini semakin jelas bahwa film The Santri adalah pertunjukan yang merusak nilai luhur dari pendiri pesantren, serta jauh dari cerminan kehidupan the real santri sejak dahulu hingga kini,” ungkapnya.

Untuk itu, ia menolak atas munculnya film The Santri yang dianggap justru bisa merusak citra para santri dihadapan masyarakat. []