PII Minta Pemerintah Bebaskan Biaya Perngobatan bagi Warga Terdampak Kabut Asap

0Shares

JAKARTA, (Pancaran.net) – Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) merasa prihatin dan menyesalkan terkait masih terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang mengancam kehidupan warga di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan beberapa provinsi lainnya.

“Kami meminta pemerintah untuk memperkuat fasilitas pendidikan baik di sekolah ataupun lokasi alternatif yang menjamin tetap berjalannya proses pendidikan bagi korban kebakaran hutan dan lahan,” ujar Ketua Umum PII, Husin Tasrik Makrup Kamis (19/9/2019).

Asap akibat kebakaran  hutan dan lahan masih memenuhi paru serta mengancam kehidupan warga di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan beberapa provinsi lainnya. Data Badan Nasional Penanggulanganan Bencana (BNPB) mencatat area terbakar mencapai 328.724 hektare dengan 2.719 titik panas sepanjang periode Januari-Agustus 2019.

Sementara informasi yang disebarkan KLHK melalui media diketahui bahwa luas kebakaran hutan dan lahan hingga 15 September 2019 adalah 328.724 hektare, terdiri 239.161 hektare di tanah mineral, dan 89.563 hektare di lahan gambut.

Husin Tasrik Makrup menambahkan, selain itu yang lebih mencengangkan adalah hasil rapat terbatas Kemendikbud pada tanggal 16 September 2019, mengungkapkan data satuan pendidikan dan peserta didik yang terdampak asap kebakaran  hutan dan lahan jumlahnya begitu banyak yaitu Riau 5.678 jumlah satuan pendidikan dan 1.306.932 peserta didik, Jambi 3.572 jumlah satuan pendidikan dan 638.537 peserta didik, Sumatera Selatan 6.955 jumlah satuan pendidikan dan 1.592.346 peserta didik, Kalimantan Tengah 3.877 jumlah satuan pendidikan dan 484.959 peserta didik, Kalimantan Barat 6.421 jumlah satuan pendidikan dan 1.015.072 peserta didik.

“Lalu pertanyaan yang mesti kita renungkan bersama, mampukah mereka sebagai generasi penerus bisa bersaing? Bisakah sumber daya manusia unggul tercipta? Apabila kondisi mereka sakit-sakitan, tidak memilik kenyamanan dalam melakukan aktivitas belajar baik secara formal di lingkungan sekolahnya ataupun dilingkungan rumahnya,” tanyanya.

Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) juga meminta pemerintah untuk memperkuat fasilitas pelayanan korban kebakaran hutan dan lahan dan membebaskan biaya perngobatan bagi warga masyarakat yang terkena dampak kabut asap.

Selanjutnya, Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) meminta POLRI untuk mengungkap dan menindak tegas aktor intelektual terjadinya kebakaran  hutan dan lahan.

“Kepada seluruh Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) untuk ikut melakukan aksi simpati peduli pendidikan akibat kebakaran  hutan dan lahan yang mengancam kehidupan warga di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan beberapa provinsi lainnya,” pungkasnya. []