Menu Close

Ketua MUI Solo: Belanjalah Secukupnya Jangan Berlebihan

0Shares

SOLO – Ketui Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo KH Sobari mengingatkan umat Islam yang tengah berpuasa untuk belanja secukupnya dan jangan berlebih.

“Pada hakekatnya puasa itu untuk menahan hawa nafsu, termasuk nafsu makan dan minum. Puasa di bulan Ramadan bukanlah balas dendam makan dengan makan enak dan banyak setelah seharian tidak makan dan minum,” ugkapnya.

Hal itu dikatakan usai menjadi nara sumber dalam silahturahmi dan ngobrol santai bersama para ulama peduli inflasi, Selasa (14/5), di kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo.

Dalam ajaran Islam disebutkan, bagaimana umat bisa memanfaatkan harta dengan baik, bagaimana belanja dengan bijak, bagaimana makan dan minum serta berpakaian dengan baik. Menurut dia, ajaran itu sangat pas diterapkan selama Ramadan ini, agar semuanya tidak berlebihan khususnya dalam belanja.

KH Sobari mengakui, selama Ramadan ini, kuliner di Solo memang sangat berkembang dan mengalami eforia. Semua kuliner yang dijual laku, untuk kebutuhan sahur, berbuka puasa, atau kebutuhan lain. Menurut dia, situasi itu cukup baik karena menambah kesejahteraan masyarakat. Tapi yang penting adalah, bagaimana menata semua itu agar tidak berpengaruh banget pada inflasi.

Pihaknya akan menginformasikan imbauan-imbauan untuk tidak berlebihan itu kepada umat Islam. Imbauan itu bisa disampaikan secara langsung atau atau di masjid-masjid melalui dewan dakwah, takmir masjid, atau lainnya.

Ia mengatakan, dalam berpuasa, Nabi Muhammad mengajarkan kesederhanaan. Saat berbuka, nabi hanya minum air putih dan makan buah kurma tiga biji, kemudian Sholat sebelum makan.

“Kalau semua ini dilaksanakan, saya kira baik,” katanya. []