MUI Sragen Haramkan Praktek Perdukunan pada Pelaksanaan Pilkades

0Shares

SRAGEN, (Pancaran.net) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sragen mengecam dan mengharamkan praktek perdukunan dalam pelaksanaan Pemilihan kepala Desa (Pilkades). Selain itu masih banyak peluang kemungkaran lewat aksi para botoh dan permainan politik uang.

”Jangan main dukun, karena banyak saat ini. Kami menekankan tidak ke dukun karena itu tindakan irasional dan bertentangan dengan agama,” kata Ketua MUI Sragen KH Minanul Aziz melalui Sekretaris MUI Muhammad Fadlan, Ahad (15/9). Demikian dilansir timlo.

Sekretaris MUI Muhammad Fadlan mengatakan, masalah pilkades dinilai penting bagi MUI Sragen. Lantas MUI mengadakan pertemuan dan menyampaikan hasil musyawarah para ulama terkait Pilkades.

Hasilnya masyarakat diminta untuk menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani dan tanpa paksaan maupun bujukan politik uang. Pihaknya meyampaikan, agar kades maupun tim suksesnya tidak datang ke para dukun.

Dia melihat fenomena menemui dukun pada saat menjelang pilkades banyak dilakukan. Menurutnya, menemui dukun pada saat ini bukan hanya isapan jempol. Sudah menjadi rahasia umum bahwa ada saja calon Kades yang menemui dukun. Padahal itu dinilai tidak masuk akal untuk meraup suara.

Selain itu, pada saat ini yang perlu diwaspadai yakni adanya para botoh atau petaruh. Mereka dinilai bisa menjadi biang malapetaka. Karena adanya botoh bisa merusak sistem dan selama enam tahun desa bisa dipimpin orang yang tidak tepat.

”Kalau kemasukan botoh, sistemnya jadi rusak. Bisa jadi malah salah milih pemimpin. Jadi sesuai dengan kata hati siapa yang akan dipilih,” tegasnya. []