Pemuda Muhammadiyah Desak Pemerintah Tetapkan Darurat Bencana Asap Nasional

0Shares

JAKARTA, (Pancaran.net) – Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mendesak pemerintah untuk segera menetapkan status Darurat Bencana Asap Nasional dengan segera mengambil langkah sitematis.

“Menetapkan Status Darurat Bencana Asap Nasional dan mengambil alih penanggulangan bencana asap oleh Pemerintah Pusat karena pemerintah daerah belum menunjukkan keseriusan dalam merespon bencana asap,” ujar Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto melalui rilisnya Selasa (17/9).

Bencana asap di Sumatera, khususnya Provinsi Riau dan Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah, telah berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat khususnya balita, anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

Terkait hal itu, Pemuda Muhammadiyah juga meminta Pemerintah Pusat untuk bertindak cepat dengan mengambil langkah menyediakan rumah aman (safe house) bagi warga dengan standar yang baik seperti ketersediaan oksigen dan vitamin serta obat-obatan. Menginstruksikan rumah sakit negara untuk menyediakan obat-obatan gratis, vitamin, dan keperluan medis lainya tanpa biaya hingga tingkat kecamatan/desa.

Pemuda Muhammadiyah juga mengusulkan agar dilakukan pencabutan ijin konsesi perusahaan pelaku pembakaran hutan.

“Mendesak kapolri dan penegak hukum lainnya untuk mengusut tuntas dan menegakkan hukum seadil-adilnya kepada pelaku pembakaran hutan khususnya di lahan konsesi korporasi. tambahnya,” tambahnya.

Kepada pemerintah daerah agar memaksimalkan koordinasi dengan seluruh stakeholder (Forkompinda) untuk saling membahu memadamkan titik api. Meminta kepada pemerintah daerah untuk tetap meliburkan pendidikan di tingkat pendidikan dasar dan menengah, baik di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maupun Kementerian Agama mengingat kualitas udara yang sudah pada tingkat “berbahaya”.

Kepada kader se-Indonesia, Pemuda Muhammadiyah memerintahkan untuk berkontribusi memberikan pertolongan bagi korban asap dengan berkoordinasi dengan MDMC Muhammadiyah dan pihak-pihak yang terkait. []