Kemarau panjang, PDAM Solo Gelar Shalat Istiqa

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Kemarau panjang membawa dampak kekeringan. Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Toya Wening Solo menggelar Shalat meminta hujan atau Istisqa Kamis (12/9) siang. Ibadah tersebut digelar lantaran musim kemarau panjang yang mengakibatkan air bahan baku perusahaan daerah air minum (PDAM) menipis.

Shalat meminta hujan dilaksanakan usai sahlat Duhur di kantor pusat Toya Wening di Karangasem, Laweyan.  Salat dipimpin oleh KH Ahmad Alim Nurwahid dan diikuti seluruh staf dan karyawan PDAM.

Dilansir radar solo, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Toya Wening, Bayu Tunggul berharap dengan salat yang dilakukan hujan dapat turun dalam waktu dekat. PDAM sejak awal bulan lalu sudah merasakan dampak kemarau di tahun  ini. Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi sudah dua kali berhenti beroperasi karena pekatnya limbah industri alkohol. Dalam kondisi cuaca normal, limbah tersebut bisa larut dengan debit air Bengawan Solo yang cukup besar.

“Sebelum kita kesulitan air bersih, kita minta dulu kepada Allah. Jangan sampai sudah terjadi bencana baru kita minta,” katanya, Kamis (12/9).

Sementara itu, Direktur Teknik PDAM Toya Wening Solo, Tri Atmaja Sukomulyo, mengatakan, shalat istisqa tersebut dilaksanakan untuk memohon supaya Allah SWT memberikan rahmat berupa hujan khususnya di wilayah Eks Karesidenan Surakarta yang mencakup Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Solo, Sragen, dan Karanganyar.

Jamaah meminta supaya wilayah Eks Karesidenan Surakarta didatangkan hujan yang membawa berkah. Supaya hujan tersebut bisa untuk menggelontor Sungai Bengawan Solo dan beberapa anak sungai di Eks Karesidenan Surakarta, mulai dari Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri sampai ke Sukoharjo, Solo, Sragen hingga Lamongan.

“Kondisi kemarau ini tidak hanya di Jawa Tengah, di Jawa Timur juga saudara-saudara kita yang mendapat aliran dari DAS (Daerah Aliran Sungai) Bengawan Solo dari Wonogiri sampai Bojonegoro sampai ke ujung paling timur ini mengalami pencemaran yang luar biasa,” paparnya kepada wartawan seusai sholat istisqa. Seperti dikutip republika.

Imam salat KH Ahmad Alim Nurwahid menjelaskan, Shalat Istisqa digelar untuk meminta kepada Allah agar menurunkan hujan di wilayah yang mengalami kemarau panjang. Sesuai ajaran Islam, Shalat dilakukan dua rakaat dan diakhiri dengan doa yang secara khusus ditujukan untuk meminta hujan. “Mudah-mudahan hajat kita terkabul semua,” katanya. []