LUIS Desak Pemkot Surakarta Terbitkan Perda Anti Miras

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) mendesak pemerintah kota Surakarta untuk serius dalam menangani adanya kasus kematian akibat miras oplosan yang bukan kali pertama terjadi di kota Bengawan ini.

Pada tahun 2017 yang lalu, dua orang kakak adik warga kelurahan Tipes, Serengan, Solo juga mengalami nasib serupa setelah mengkomsumsi miras oplosan yang dicampur dengan suplemen makanan.

“LUIS berharap semua pihak di Soloraya serius menangani produksi, distribusi hingga konsumsi Miras,” katanya humas LUIS Endro Sudarsono kepada Pancaran, Sabtu, (13/9/2019).

baca: Miris! Miras Oplosan Telan Korban Lima Orang Tewas

Regulasi Antimiras yang berupa Perda disebut Endro juga belum bisa efektif dan efisien dalam penegakannya. “Khususnya vonis rendah bagi pelakunya karena tergolong tindak pidana ringan dan denda yang tidak memberikan efek jera,” ungkapnya.

Menurut Endro, belum adanya Perda Anti Miras di kota Solo membuat peredaran minuman haram itu tidak bisa dikontrol secara penuh.

“FX Hadi Rudyatmo selaku Walikota Surakarta pernah berjanji membuat perda Anti Miras, namun hingga saat ini janji tersebut belum terealisasi,” ujarnya.

Maka LUIS berharap masalah miras haruslah diselesaikan secara nasional melalui UU Anti Miras, baik usulan pemerintah ataupun inisiasi DPR RI.

baca: Peracik Miras Oplosan Serahkan Diri ke Polisi

Endro mengungkapkan fakta di lapangan, bahwa untuk mendapatkan miras di Soloraya cukup mudah baik yang resmi ataupun yang ilegal.

Untuk itu, pihaknya LUIS menghimbau dilakukannya kampanye Anti Miras di Soloraya secara masif yang dilakukan oleh pemerintah, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Dan dilanjutkan penerbitan regulasi baik perda maupun undang undang Anti miras, penegakan hukum yang memberikan efek jera bagi pelaku,” tandas Endro. []