Mahasiswa UNS Melawan Lupa Kasus Hukum dan Pelanggaran HAM Atas Munir

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Mahasiswa UNS mengadakan aksi mimbar bebas pada Selasa (10/9), melawan lupa terhadap kasus hukum atas kematian aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib. Kematian Munir menjadi salah satu kasus hukum dan aksi pelanggaran HAM yang hingga kini belum tuntas.

Mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Universitas Brawijaya ini terbunuh saat tengah dalam perjalanan ke Amsterdam untuk melanjutkan studinya di sana. Peristiwa naas tersebut terjadi pada tanggal 7 September 2004. Sosok aktivis yang dikenal lantang dalam membela kaum tertidas dan terpinggirkan dibunuh dengan cara diracun.

“Refleksi 15 tahun kematiannya masih menyimpan misteri tentang ​siapa pelakunya, siapa aktor intelektualnya, dan siapa dalangnya? ujar Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Mimbar Bebas, Muhammad Rizki Almalik dalam keterangan rilis yang diterima redaksi Pancaran.

Rizky juga menyabutkan bahwa selama bulan September ini ada banyak kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia seperti Tragedi Tanjung Priok, Semanggi II, G30S misalnya. Tentunya semua kasus tersebut belum selesai dan menjadi catatan hitam penegakkan hukum dan HAM di Indonesia. Selain itu keseriusan pemerintah melalui Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) juga belum membuahkan hasil yang memuaskan.

“Tentunya orang-orang dibalik pelanggar HAM yang masih bebas berkeliaran akan menjadi ancaman kita semua yang lantang menyuarakan kebenaran”, tutur Rizky.

Rizky mengajak semua pihak untuk tidak bungkam, dan kembali menyuarakan riak-riak kebenaran. Melalui mimbar bebas yang diadakannya bersama mahasiswa lain sebagai sarana untuk melawan lupa dan merawat ingatan bahwa banyak peristiwa pelanggaran HAM yang belum tuntas diatasi. Forum ini juga mewadahi siapa saja yang ingin menyuarakan bentuk pembelaannya akan kasus hukum dan pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia. []

 

Reporter: Kukuh Subekti