Begini Wujud Sinergi Orang Tua dan Guru di SDIT Nur Hidayah

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Ahad Pagi ini (08/09) masih sunyi. Hawa terasa cukup dingin. Mulai tampak berdatangan orang tua siswa kelas VI SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta. Ada yang memarkir kendaraan di sepanjang jalan Pisang. Ada pula yang memasukkan kendaraan mereka di halaman sekolah. Mereka dibantu oleh beberapa petugas security dalam merapikan kendaraannya.

Mereka disambut hangat oleh beberapa guru, sebelum presensi dan merapikan alas kaki di loker yang telah tersedia. Sebagian besar dari yang hadir adalah para ayah. Meskipun ada juga ibu-ibu yang membersamai. Bahkan mereka mengajak serta anak-anak. Senyum dan uluk salam saling berjabat tangan memberikan kehangatan pagi ini. Berharap keberkahan kebaikan di Subuh hari ini.

Mereka bergegas menuju ke masjid. Tak berapa lama adzan Subuh berkumandang. Semakin banyak orang tua yang berdatangan hadir. Mereka tunaikan sholat sunnah, berdzikir, berdoa sambil menunggu iqomah berkumandang. Sholat Subuh berjamaah mereka tunaikan penuh ketundukan. Suara imam yang mengalun merdu menambah  kekhusyukkan sholat jamaah Subuh pagi ini.

Usai sholat Subuh dan dzikir, para orang tua menuju ke aula sekolah. Sementara para siswa kelas VI yang mengikuti kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) sejak kemarin sore membawa tas perbekalannya ke selasar halaman gedung barat untuk membaca wirid doa Al-Matsurat pagi bersama. Para orang tua mengikuti taushiyah parenting bersama Ustadz Hanifullah Sukri.

Kepala SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta, Waskito, S.Pd dalam sambutannya menuturkan, “Subuh berjamaah di masjid mushola terdekat dengan mengajak serta anak-anak utamanya laki-laki, merupakan ikhtiar berkelanjutan untuk membentuk karakter mulia pada siswa. Kita berharap para siswa SIT di lingkungan terdekat masing-masing menjadi tauladan dalam kegiatan sholat berjamaah. Tentu dengan sinergi kuat antara orang tua dan guru dalam membiasakan putra-putrinya sholat lima waktu tepat waktu dan berjamaah,” katanya.

Sementara itu Ustadz Hanifullah Sukri sebagai pengisi materi menjelaskan, mengedukasi anak agar terbiasa sholat Subuh berjamaah menjadi tanggung jawab utama bagi para orang tua.

“Orang tua tidak boleh juweh. Bersama pihak sekolah memahamkan kepada anak bahwa sholat itu kewajiban bahkan kebutuhan. Pribadinya kokoh akidah ibadahnya, tetapi tetap perlu didukung keluarganya kuat dan lingkungan biah sholihah. Orang tua khususnya ayah, perlu terus ingat akan perintah Allah, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka,” ujarnya. []