KPM Solo Ajak Anggota Konsisten Beribadah Sambil Mentadaburi Indahnya Alam Raya

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Gunung yang tinggi mengajarkan kepada manusia bahwa mencapai posisi tertinggi dalam berbagai hal dibutuhkan perjuangan melawan medan terjal berbatuan. Puncak prestasi kehidupan setiap insan pasti dipenuhi dengan beragam pengorbanan lahir batin yang tidak sebentar dan tidak mudah. Namun banyak tetes keringat, terbayar juga oleh rasa puas ketika dia telah berada dalam posisi puncak.

Ada hikmah yang semestinya kita ambil ketika melakukan kegiatan pendakian gunung. Berbagai komunitas pendaki gunung pun lahir tidak terkecuali di kalangan teman- teman muslim misalnya keberadaan Komunitas Pendaki Muslim (KPM).

KPM terbentuk karena adanya rasa keprihatinan terhadap stigma negatif terhadap para pegiat alam  yang berbasis Islam. KPM merupakan forum silaturahmi  perekat ukhuwah antar komunitas pecinta alam untuk saling bersinergi, membawa kemaslahatan untuk syiar dakwah di ranah tadabbur alam.

 

Admin Sosial Media KPM Solo, Muhammad Ihsan mengisahkan kepada Pancaran tentang riwayat berdirinya KPM Solo. KPM Solo dirintis oleh  Guru SMP IT Nur Hidayah, Habib Adnan Prihatin, saat ini ketua KPM Solo yaitu Muhammad Ridwan.

Sejak awal berdiri KPM Solo memiliki visi yang mulia dengan tetap konsisten melaksanakan syariah Islam meskipun sedang dalam keadaan mendaki gunung. Salah satunya dengan tetap menjadi muslim yang taat dan istiqomah dalam beribadah ketika sedang mendaki gunung. Selain itu jalinan ukhuwah yang terjalin satu sama lain adalah berlandaskan ukhuwah Islamiyah yang terjalin hingga di akhirat kelak.

Meskipun anggota KPM Solo tidak semuanya aktif namun komunitas ini cukup banyak dalam hal perekrutan anggota. Anggota KPM hingga kini sudah mencapai 200 orang yang terdiri dari laki- laki dan perempuan yang dipisah grupnya. Siapapun yang beragama Islam dan berkomitmen untuk menjadi seorang pendaki muslim yang taat dipersilahkan untuk bergabung.

Syarat menjadi anggota KPM Solo yaitu mendapat izin dan ridha dari orang tua, keluarga, sedangkan usia sudah baligh.  Melibatkan doa orang tua dalam setiap kegiatan adalah salah satu ciri muslim yang taat karena berkegiatan sebagai pendaki gunung sangat beresiko. Saat ini anggota KPM yang paling muda usia sekolah menengah atas sementara usia tertua yaitu 40 tahun.

Buat kalian yang ingin memiliki teman yang lebih dari sekedar teman di dunia atau teman- teman satu hobi maka bergabung dengan komunitas ini adalah perlu. Komunitas ini banyak mengajarkan ilmu- ilmu yang bermanfaat bagi para pendaki gunung. Ilmu- ilmu seperti ilmu SAR, ilmu survival, ilmu P3K, ilmu menangani hewan berbisa, dan lain- lain.

Kegiatan dakwah kepada para anggota diberikan melalui silaturahim rutin yang di dalamnya diberikan informasi berkaitan dengan dunia pendakian dan problem keumatan. Selain itu secara berkala turut diadakan kajian dan diskusi tematik sesuai dengan kesibukan anggota. Mereka pun tak jarang bersosialisasi dengan masyarakat awam berkaitan dengan keberadaan KPM.

Hal lain yang tidak kalah seru di komunitas ini pun terbiasa melakukan aktivitas sosial yang melibatkan masyarakat. Mereka juga aktif melakukan bakti sosial misal membantu korban bencana alam dengan memberikan sembako, drop air bersih, pengobatan gratism donor darah dan masih banyak lagi. Sementara bagi lingkungan atau alam secara umum KPM rutin mengadakan kegiatan bersih gunung, tanam pohon,drop vandalism, bersih sungai.

Adapun tips- tips naik gunung yang diberikan yaitu sebagai berikut. Pertama niatkan untuk lillahi ta’ala, kedua siapkan fisik dan mental, ketiga persiapkan alat yang mumpuni, keempat izin kepada keluarga dan berikan kontak teman satu rombongan, kelima usahakan mendaki secara bersama- sama, keenam upayakan taat beribadah.

Ketujuh taati rambu- rambu di alam bebas, ke delapan bagi akhwat usahakan bersama mahrom, ke sembilan pakai pakaian yang hangat dan mudah kering serta menutup aurat. []

 

Reporter: Kukuh Subekti