RPH Solo Kantongi Sertifikat Halal MUI dan Berstandar ISO

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Solo menjamin daging sapi dan kambing yang disembelih di RPH itu halal dan layak konsumsi. Sertifikat halal yang dikeluarkan Majelis Ulam Indonesia (MUI), Sertifikat Nomor Kontrol Verteriner dari Dinas Peternakan dan Kesehtan Hewan Jawa Tengah, dan Sertifikat ISO 9001:2015 menjadi jaminan mutu yang diberikan kepada masyarkat Kota Solo.

RPH Solo yang terletak di Kelurahan Jagalan ini setiap harinya menyembelih hewan seperti sapi ataupun kambing. Jumlah hewan yang disembelih di RPH setiap harinya untuk sapi berkisar 9-11 ekor, kambing 80- 90 ekor. Jumlah tersebut sampai dengan hari ini belum mampu memenuhi kebutuhan daging di Kota Solo, karena RPH Solo kurang lebih hanya mampu memenuhi 1/3 dari total kebutuhan daging masyarakat Kota Solo.

“Kebutuhan daging sisanya dipenuhi oleh daging dari wilayah Boyolali, Sragen, dan Sukoharjo, dengan fasilitas RPH yang bagus dan lengkap memang kita sayangkan kalau hanya menyembelih sedikit”, ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) RPH Solo, Sumarno saat ditemui di ruang kerjanya Kamis (5/9).

Sumarno menjelaskan lebih lanjut jika masing- masing lokasi penyembelihan hewan itu berbeda- beda, termasuk juga lokasi penampungan hewan sebelum disembelih. Lokasi penyembelihan sapi terletak di RPH bagian tengah, bergandengan dengan lokasi penampungan sapi sebelum dipotong dan pengolahan daging sapi, yang terletak terpisah tidak menjadi satu dengan RPH Solo  di Jagalan ialah kambing yang terletak di dekat RS Kustati. Sementara lokasi tempat penampungan babi, penyembelihan dan pengolahan di sebelah pojok utara sisi timur RPH jarak antar lokasi sapi dan babi terpisah oleh halaman terbuka dan bangunan tembok.

“Kalau menuju ke halal tadi petugas sendiri-sendiri, petugas di rumah potong babi tidak boleh menangani di potong sapi atau kambing”, jelas Sumarno.

Saat ini RPH Jagalan hanya memiliki jagal aktif sebanyak tiga orang untuk penyembelihan hewan sapi. Mereka mulai bekerja sejak jam setengah satu malam hingga pagi. Selain melakukan penyembelihan mereka juga melakukan pemotongan hingga penimbangan serta mempersiapkan daging siap edar di pasaran.

Demi terjaminnya kualitas daging sapi dan kambing khususnya ada perlakuan khusus misalnya hewan ternak masuk maksimal jam 8 malam jika ingin disembelih esok harinya. Hal ini untuk menjaga supaya hewan tidak stres sebelum disembelih dan tentu dalam rangka menjaga kualitas daging tetap bagus.

“Sapi- sapi yang masuk ditampung dan diperiksa oleh dokter hewan sebelum disembelih jika dinyatakan sehat dan layak disembelih sapi- sapi pun bisa langsung disembelih jika tidak dikarantina terlebih dahulu sampai sehat”, ungkapnya.

Sumarno mengungkapkan jika kualitas hewan ternak di RPH Solo sangat dijaga, jika belum layak sembelih hewan tidak akan disembelih. Setelah disembelih pun daging akan dicek terutama bagian organ dalam. Selain itu ada aturan- aturan yang harus ditaati oleh RPH misalnya tidak boleh memotong sapi, kerbau, kambing yang termasuk betina produktif.

Pihaknya juga berharap semakin banyak hewan ternak yang disembelihnya di RPH Solo. Mengingat daya tampung dan kesiapan RPH Solo yang sudah paripurna, jika ada pihak- pihak dari kabupaten sekitar bermaksud melakukan penyembelihan pun tetap diterima. Tentu dengan biaya retribusi penyembelihan yang sudah diatur sapi, kerbau, kuda biaya retribusinya Rp 30.000,00 per ekor, babi Rp 25.000,00 per ekor, kambing atau domba Rp 2000,00 per ekor dan ayam atau unggas Rp 100,00 per ekor.

“Kami juga melayani pemotongan hewan kurban gratis bagi masjid- masjid di sekitar namun untuk biaya lain seperti penyembelihan silahkan dirembug sendiri itu bukan wewenang kami, ” pungkasnya. []

 

 

Reporter: Kukuh Subekti