Perda Halal Sebagai Jaminan Mutu bagi Semua Kalangan Masyarakat

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Solo merupakan kota yang multidimensi artinya masyarakat kota Solo itu memiliki latar belakang sosial, dan keagamaan yang berbeda. Mengingat hal tersebut bagaiamana merawat keragaman itu dalam bingkai persatuan yang diimplementasikan dalam berbagai macam kebijakan Pemerintah Kota Surakarta. Terkait usulan keberadaan Peraturan Daerah (Perda) Produk Halal yang diusulkan oleh dewan dalam hal ini Fraksi PKS memang perlu diapresiasi positif.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, Lukman Hakim berpendapat bahwa Perda Produk Halal merupakan bentuk tanggungjawab para pemangku kebijakan dalam hal ini lembaga legislatif dan lembaga eksekutif. Oleh karenanya yang perlu menjadi titik fokus bersama ialah sudut pandang kita dalam melihat usulan perda tersebut sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Aspek layanan yang menjamin rasa aman dan nyaman bagi para konsumen baik itu kalangan muslim maupun non muslim.

Hal- hal yang patut kita hindari adalah jangan sampai keberadaan perda ini menimbulkan beberapa pihak menjadi resisten terhadap keberadaan Perda Produk Halal. Karena mereka melihat perda tersebut sebagai sesuatu yang menonjolkan aspek syariat. Namun bagaimana upaya dewan memperkenalkan jika produk halal juga menjamin adanya aspek kebersihan dan kesehatan.

“Solo merupakan kota yang multidimensi artinya perda tersebut tidak selalu dilihat dari sisi syariat saja. Tetapi bagaimana mengampanyekan sebuah produk makanan halal yang thayib dan menyehatkan”, ujar Lukman saat dihubungi melalui telepon Kamis (5/9).

Jika produk halal memiliki kualitas yang menjamin rasa nyaman konsumen dengan dua aspek utama bersih dan sehat, bukan tidak mungkin kalangan non muslim pun tertarik dengan produk- produk halal. Secara tidak langsung masyarakat akan paham merasa bahwa produk halal itu pasti bersih dan menyehatkan.

“Keberadaan perda tersebut memiliki peluang besar dalam kemajuan Kota Solo di masa mendatang”, tuturnya.

Lukman menambahkan jika Kota Solo yang selama ini terkenal industri kreatif akan semakin berkembang khususnya dalam hal kuliner karena ada payung hukum yang menjamin kenyamanan konsumen. Hal ini membuat konsumen merasa mantap dan tidak ragu- ragu dengan tingkat kehalalan di warung makan atau restoran.

Penyedia jasa makanan pun harus jujur terkait jenis makanan tersebut misal olahan daging babi, makanan yang mengandung minyak babi atau daging anjing bisa disampaikan langsung kepada konsumen. Tidak ada konsumen yang merasa tertipu dengan penyampaian yang jelas dan transparan oleh pedagang.

Sementara dari dinas terkait semestinya secara berkala melakukan pengecekan terhadap kualitas makanan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengecek langsung ke restoran, warung makan yang sudah menerima label halal dan sehat dari MUI dan Dinas Kesehatan. Hal ini dalam rangka pemberian jaminan rasa nyaman terhadap konsumen.

Lukman menghimbau salah satu aspek yang perlu diperhtikan ialah bagaimana mekanisme penyembelihan hewan harus memperhatikan aspek halal serta thayyib. Dinas terkait pun bisa memberikan kursus penyembelihan hewan kepada pedagang bagaimana cara penyembelihan yang tidak membuat hewan stres. Sebagaimana yang selama ini kita jumpai menjelang Idul Adha. []

Reporter: Kukuh Subekti