Majelis Mujahidin: Disertasi Milk Al Yamin Abdul Aziz Bertentangan dengan Syariat Islam

0Shares

YOGYAKARTA, (Pancaran.net) – Majelis Mujahidin ikut berkomentar terkait disertasi kontroversial berjudul “Konsep Milk Al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Non Marital” milik dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta Abdul Aziz.

Menurut ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin ustadz Irfan S Awwas disertasi yang digunakan Abdul Aziz untuk meraih gelar doktor di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut jelas melanggar syariat Islam.

“Penelitian Abdul Aziz terhadap konsep Milk Ai Yamin Muhammad Syahrur bertentangan dengan syariat Islam. Sebab. Milk Al Yamin berkaitan dengan budak dari tawanan perang, bukan budak belian,” katanya dalam rilis yang diterima redaksi Pancaran Kamis, (5/9).

Mengaitkan Milk Al Yamin dengan kebebasan melakukan hubungan seksual tanpa ikatan pernikahan. merupakan kesesatan berfikir yang lahir dari kebodohan tentang syariat Islam.

Ustadz Irfan melanjutkan bahwa di zaman saat ini, Milk Al Yamin tidak memiliki obyek hukum. baik menurut syariat Islam maupun hukum internasional.

“Karena Islam sejak jaman Nabi Saw telah melarang adanya perbudakan. Bahkan PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) melarang memperlakukan tawanan perang secara tidak manusiawi,” ungkapnya.

Untuk itu, Majelis Mujahidin secara tegas menolak konsep disertasi Milk Al Yamin yang dilakukan Abdul Aziz karena dapat merusak generasi muda bangsa dan bisa menyebabkan seorang muslim keluar dari agama Islam.

“Konsep Milk Al Yamin seperti tersebut di atas telah menghalalkan zina yang diharamkan oleh Allah, perbuatan menghalalkan sesuatu yang haram, maka pelakunya lelah murtad dari Islam,” tandas ustadz Irfan.[]