Berikut Pernyataan Muhammad Taufik Terkait Laporan Pemuda Ansor

0Shares

SOLO (Pancaran.net) – Tim Advokasi Reaksi Cepat (TARC) merespon cepat dengan menggelar jumpa pers atas laporan Pemuda Ansor se-Soloraya kepada Dr Muhammad Taufik di Polda Jateng Selasa, (3/9/2019) buntut orasi dalam aksi ‘Parade Ukhuwah’ di Ngarsopuro, Ahad, (1/9/2019).

Sebelumnya, Pemuda Ansor se-Soloraya menyebut Dr Muhammad Taufik telah melakukan dugaan tindakan provokatif dalam orasinya yang menyebut ‘Banci Serem’ dan dianggap ditujukan pada Barisan Ansor Serbaguna Nahdatul Ulama atau Banser.

Di hadapan media Muhammad Taufik secara tegas menyebutkan bahwa ia tidak pernah menyinggung salah satu ormas Islam.

“Disitu saya jelas mengatakan bahwa orasi saya tidak tertuju kepada ormas manapun,” kata MuhammadTaufik kepada wartawan di Jalan Songgorungi no 17A Laweyan, Solo. Rabu (4/9).

Muhammad Taufik menyebut bahwa dirinya menyampaikan orasi seputar disparitas hukum yang terjadi di Indonesia. Indikasi disparitas hukum tersebut berupa perlakuan yang berbeda oleh aparat penegak hukum padahal tindak pidana dan aturannya sama.

Orasinya tersebut kemudian didokumentasikan atau divideokan secara parsial oleh seseorang dan diunggah di akun-akun media sosial.

Menurutnya, video yang asli berdurasi 7 menit 56 detik dan yang di unggah di media sosial oleh orang lain menjadi 2 menit 51 detik.

Untuk itu, dirinya justru akan melaporkan balik kepada akun akun media sosial yang dianggap telah mengedit atau memotong video aslinya kemudian menyebarkannya.

“Hal tersebut melanggar Undang-Undang Pasal 28 ayat (2) UU ITE dan/atau Pasal 32 ayat (1) UU ITE dan/atau Pasal 35 UU ITE,” ungkapnya.

Lebih lanjut Muhammad Taufik mengaku telah mengantongi nama nama yang akan dilaporkan, setidaknya ada 3 nama yang akan dilaporkan dan berdomisili di Sukoharjo dan Boyolali.

Kendati demikian, ia mengaku siap bermediasi dengan pihak Pemuda Ansor Soloraya apabila kasusnya ini tidak diperpanjang demi menjaga persatuan ukhuwah diantara elemen umat Islam Soloraya.

“Mbah mbah saya ini juga NU, jadi tidak mungkin saya punya niat jelek kepada ormas NU, apalagi Banser,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Dr Muhammad Taufik menjadi salah satu orator dalam Parade Ukhuwah yang diselenggarakan oleh DSKS.

Dalam kesempatan tersebut Muhammad Taufik mengatakan bahwa ada pihak yang suka membubarkan pengajian namun ketika muncul konflik Papua tidak merespon atau tenggelam yang kemudian ia sebut dengan ‘Banci Serem’.

Kata ‘Banci Serem’ itu kemudian dianggap oleh pihak Pemuda Ansor Soloraya tertuju pada sayap kepemudaan NU yakni Banser hingga akhirnya melalui LBH PW Ansor Jawa Tengah melaporkan kasus tersebut ke Ditektoral Kriminal Polda Jawa Tengah.

Dr Taufik dianggap melanggar pasal 28 ayat dua Undang Undang (UU) no 11 tahun 2008 Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang berisi bahwa seseorang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dengan ancaman hukuman maksimal 4 Tahun atau denda paling banyak 4,500 rupiah. []

 

Reporter: Risityan Ari