Mengembalikan Sungai Jenes Sebagai Jalur Perdagangan

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Pemuda Serambi Masjid Laweyan (PSML) bersama masyarakat sekitar Masjid Laweyan menginisiasi kegiatan, Bersih-Bersih Sungai Jenes, Depan Masjid Laweyan. Ahad (1/9).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharrom 1441 H dengan tema, “Mengembalikan Sungai Jenes Jalur Perdagangan”.

Kegiatan ini dilakukan setelah mendengar keluhan dari masyarakat yang merasa resah dengan permasalahan sampah, pendangkalan dan limbah pabrik di Sungai Jenes yang kian hari kian memperhatikan.

Membersihkan sungai merupakan kegiatan baru bagi PSML, oleh karenanya sempat belajar membesihkan sungai di Kampung Klaseman, Laweyan, yang sudah memulai lebih dulu.

“Dahulu, sungai ini adalah jalur perdagangan, bicara jalur (perdagangan) artinya bicara kelancaran akses/jalan, maka sungai harus bebas sampah pendangkalan dan limbah, seperti dulu. Dan ini dimulai di hari yang tepat,” Ujar Mukhlis Alaudin, Ketua PSML.

Untuk merealisasikannya, kurang lebih 50 orang sukarelawan lintas usia, dari anak-anak hingga dewasa terjun untuk mengangkat sampah yang sudah menahun. Sampah langsung diangkat ke mobil bak khusus pengangkut sampah.

Disisi lain, menurut Sutanto, selaku Ketua Harian Masjid Laweyan, pernah ada penanganan untuk masalah ini dengan mempekerjakan orang dan digaji, namun belum tuntas.

“Oleh karenanya, untuk mengapresiasi aksi ini, dengan cara tidak membuang sampah sembarangan,” lanjut dia.

Kegiatan ini harapannya akan terus berlanjut, karena bagaimanapun juga semua pihak harus tetap menjaga semangat ini. Semoga ini bisa merambat ke desa lain disepanjang bantaran sungai Jenes Laweyan.

“Dan tentu harapannya, ada perhatian lebih lanjut oleh Pemerintah Kota Surakarta, melalui Dinas Lingkungan Hidup, karena bagaimanapun masalah ini masih dalam pengawasan tugas mereka,” pungkasnya. []