Felix Siauw: Hijrah Berarti Perjuangan & Pengorbanan

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Dai kondang, Ustadz Felix Siauw mengajak ribuan peserta Parade Ukhuwah merenungi kembali makna hijrah. Menurutnya hijrah berarti perjuangan dan pengorbanan dalam menegakkan kalimat tauhid dan mengisi kemerdekaan di negeri tercinta.

Felix sebagai seorang mualaf beretnis Tionghoa mengingatkan kembali bagaimana sepak terjang para pendahulu bangsa seperti sosok Muhammad Natsir, Buya Hamka, Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimejo, Wahid Hasyim, Hasyim Asy’ari mereka ialah para kakek atau datuk bagi generasi muda Indonesia.

Lebih lanjut Felix menjelaskan akan berbeda kasus jika dirinya seorang etnis pendatang yang jika dirunut nasabnya bisa saja dia adalah seorang penjajah. Dia secara tegas mengingatkan bahwa para pendahulu bangsa Indonesia tidak akan pernah rela kedzaliman merajai negerinya sendiri.

“Itu semua datuk- datuk anda yang bahaya itu kalau saya yang ngurut nasab, saya khawatir samping saya adalah penjajah tapi itu cerita tentang anda itu cerita kakek- kakek anda yang tidak akan rela kedzaliman merajalela di negerinya sendiri, takbir Allahhu akbar,” kata Ustadz Felix berapi- api dalam berorasi dihadapan ribuan umat Islam Solo Raya yang berkumpul memadati kawasan Ngarsopuro Ahad (1/9).

Momentum hijrah mengingatkan kembali bagaimana dakwah Islam itu berat, oleh karenanya spirit perjuangan dan pengorbanan itulah yang harus dijiwai setiap umat Islam. Tidak sembarang orang bisa kuat berjalan di medan dakwah. Akan banyak tantangan dan hambatan tapi itu yang kita minta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ibadah shalat wajib yang kita lakukan.

“Dalam satu hari kita mengatakan Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm, Ya Allah tunjukan kami jalan yang lurus, jalan yang kau berikan kepada orang- orang sebelum kami,” tambahnya.

Orang- orang yang berada di jalan yang lurus ialah nabi, shadiqin , syuhada, dan orang-orang saleh. Jalan yang ditempuh oleh empat tipe di atas bukan mencontohkan kemewahan, berleha- leha, kenikmatan hidup yang mereka contohkan adalah pengorbanan, ukhuwah, kesabaran dan perjuangan di dalam Islam. Walaupun itu semua harus memakan seluruh waktu, harta, dan nyawa mereka.

“Maka kirimkan pesan kepada seluruh dunia, seluruh Indonesia bahwa mencintai negeri ini adalah ruh Islam, bahwa mencegah negeri ini agar tidak terpecah belah adalah perintah Al-Qur’an bahwa menegakkan Islam Insya Allah adalah sesuatu yang akan kita bayar dengan waktu, nyawa dan harta kita” tegas Felix.[]

 

reporter: Kukuh Subekti