NU Solo Sikapi Ajakan DSKS Terkait Acara Parade Ukhuwah

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Ormas Nahdlatul ‘Ulama (NU) Cabang Kota Surakarta menyikapi ajakan Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) dengan mengeluarkan himbauan yang berupa larangan keikutsertaan warga jamaah NU pada acara Parade Ukhuwah. Parade Ukhuwah dijadwalkan akan diadakan pada Ahad (1 /9) dengan mengajak seluruh elemen umat Islam di Kota Solo.

NU mengeluarkan himbauan kepada seluruh warga jamaahnya dari level pengurus, lembaga, badan otonom dan warga NU secara umum melalui surat edaran tertanggal 28 Agustus 2019. Dalam edaran tersebut setidaknya ada empat alasan yang disampaikan PCNU Surakarta. Adapun empat alasan tersebut adalah sebagai berikut : 1) DSKS tidak mewakili ormas Islam di Kota Surakarta, 2) Mencantumkan foto para ulama NU di pamflet yang disebarluaskan padahal DSKS tidak pernah berkoordinasi dengan NU khususnya PCNU Kota Surakarta terkait kegiatan Parade Ukhuwah, 3) Dalam parade tersebut mengundang penceramah kontroversial yang berpotensi memprovokasi umat / anti Pancasila di antaranya Felix Siauw, 4) Ajakan membawa bendera Tauhid dalam kegiatan tersebut padahal bendera Tauhid adalah simbol dari organisasi yang sudah dilarang oleh pemerintah.

Surat edaran PCNU yang ditandatangani oleh Rais Syuriyah,  KH. Shofwan Fauzi, Katib, KH. M. Bagiyo, Ketua Tanfidziyah, HM. Mashuri, dan Sekretaris Abuntad Faruk itu pun dijawab langsung oleh Humas DSKS, Endro Sudarsono melalui pesan singkat yang diterima oleh redaksi Pancaran. Jumat (30/8).

“Panitia Parade Tauhid  menyambut baik Himbauan dan intruksi PCNU. Sebagai respon positif panitia terhadap himbauan PCNU di atas, kami perlu memberikan penjelasan”, ujarnya.

Adapun penjelasan pihak DSKS adalah sebagai berikut: 1) Panitia mencantumkan gambar Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari karena beliau sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden 17 November 1964 No. 294/1964. Sebagai pejuang kemerdekaan  kebanggaan bangsa dan negara, beliau adalah milik rakyat Indonesia terutama umat Islam. Dan tidak selayaknya ada pihak yang justru  memperkecil kualitas beliau hanya sebagai ulama NU, 2) Felix Siauw diundang sebagai dai dan saudara sesama muslim bukan merupakan aktifis HTI, 3)Panitia sebagai warga negara RI  mengikuti penjelasan pemerintah yang menyatakan bahwa  bendera tauhid TIDAK DILARANG karena bukan lambang dan tidak ada kaitan institusional dengan ormas HTI, 4) Menghimbau Warga NU nonstruktural untuk bisa mengayubagyo Parade Ukhuwah ini meskipun hanya dengan doa dan bershalawat kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. [KS]