IMMI: Pentingnya Pola Pengasuhan Anak Islami

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Intelektual Muda Muslim Indonesia (IMMI) mengingatkan pentingnya pola pengasuhan anak di dalam keluarga muslim. Pola pengasuhan anak Islami yang berpedoman pada Al- Qur’an dan Hadist sehingga terbentuk generasi berakhlakul kharimah. Upaya tersebut diupayakan dengan diselenggarakannya seminar super parenting pada Ahad (25/8) bertempat di Hotel Megaland Solo.

Ketua Panitia Seminar Super Parenting IMMI, Fahmi Idris Hibatullah menjelaskan bahwa acara seminar yang bertema “Islamic Parenting untuk Membentuk Karakter Anak Menjadi Sang Juara Kehidupan Dunia Akhirat” ini berdasarkan keprihatinan mereka melihat pola pengasuhan anak- anak yang lahir pada masa milenial mulai jauh dari pola pengasuhan Islami. Seorang muslim memiliki panduan khusus bagaimana membentuk karakter kepribadian anak yang baik sebagaimana yang dituntunkan oleh Al- Qur’an dan Hadist. Pentingnya memiliki cara berinteraksi yang baik dengan Al Qur’an.

“Pendidikan yang paling utama itu kan dari keluarga, bagaimana anak-anak bisa berinteraksi dengan Al Qur’an dan dekat dengan Al-Qur’an karena itu pedoman hidup kita”, jelas Idris.

Idris menjelaskan keberadaan IMMI memang baru seumur jagung karena baru dua tahun. Dengan keanggotaan dari mahasiswa lintas kampus di Kota Solo ini mereka fokus pada metode pembentukan karakter anak Islami. Sejak awal mereka membuat program acara yang fokus pada pentingnya Al Qur’an sebagai pedoman hidup keluarga muslim.

“Seminar ini merupakan event kedua kami, pada bulan Ramadhan kemarin merupakan acara perdana kami yaitu Training  for Trainer (TOT) cara membaca Al- Qur’an yang baik”, imbuhnya.

Seminar parenting ini melibatkan interaksi anak dan orang tua sebagai peserta oleh karenanya jumlah peserta mencapai 300 peserta yang terdiri dari ayah dan anak atau ibu dan anak. Selain mengadakan seminar untuk orang tua IMMI juga mengadakan work shop bagi 140 guru- guru dan kepala sekolah dari jenjang SMP/ MTS hingga SMA/ SMK se Solo Raya.

Pakar Parenting Nasional sekaligus Presiden Direktur The Naff School, Nafik Palil pada sesi materi parenting lebih dulu mengajak orang tua untuk membenahi kembali pola dan cara berkomunikasi antara anak dan orang tua. Nafik mencontohkan bagaimana cara yang baik untuk menyampaikan harapan dan doa orang tua kepada anak. Selain itu pola aktivitas keseharian di dalam keluarga.

“Semua orang tua cium kening anak sambil didoakan: Ya Allah jadikanlah anakku ahli Qur’an, ahli adab, ahli ilmu, ahli ibadah, ahli manfaat. Ayo semua orang tua ungkapkan keinginannya kalimat itu akan terekam di otak bawah sadar anak jangan sampai orang tua tidak memiliki harapan yang tidak diungkapkan di depan anak”, ujar Nafik.

Nafik juga menjelaskan bagaimana Islam menjaga pola asuh dengan sangat sempurna sebagai mana yang dikatakan oleh Sayyidina Ali radhiyallahu ‘ anhu. Sayyidina Ali membaginya berdasarkan usia yakni tujuh tahun pertama perlakukan anak seperti raja, tujuh tahun kedua perlakukan anak seperti tawanan perang dan tujuh tahun berikutnya perlakukan seperti sahabat. [KS]