Tanggapan Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir Terkait Kasus UAS

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir memberikan tanggapannya terkait kasus Ustadz Abdul Somad (UAS) yang terkesan diprovokasi oleh sejumlah pihak. Menurutnya Ustadz Abdul Somad sedang menerangkan ajaran Islam dan itu jelas ada di dalam Alquran.

“Di dalam Islam sendiri juga mengajarkan bahwa patung-patung itu menjadi tempat dimana syaitan itu akan senang untuk tinggal di sana. Sebagaimana catatan Rasulullah maka dari itu kita tidak melihat di situ ada unsur kesalahan dari segi aqidah Islam,” katanya Sabtu (24/8).

Maka kita menolak apabila ada orang yang melaporkan Ustadz Abdul Somad dan dianggap melanggar hukum.

Karena pendapat itu disampaikan dalam sebuah pengajian dan itu merupakan proses transfer ilmu. Jika sebuah proses transfer ilmu dan pengajaran oleh seorang guru kepada murid- murid itu dianggap melanggar hukum maka ini berat.

Sebenarnya video itu kan sudah lama diunggah dan tidak tidak ada masalah, mengapa saat ini baru dipermasalahkan? Ustadz Abdul Rochim menilai kasus ini diduga dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam.

“Jelas sekali itu motifnya adalah bentuk kebencian terhadap Ustadz Abdul Somad sebagai dai dan sebagai ulama Islam. Walaupun bentuknya itu seakan-akan mau menegakan hukum, tetapi mereka terlihat sedang melakukan pecah belah terhadap bangsa,” tambah pengasuh Ponpes Salman Al Farizi Karanganyar.

Jadi mereka ini mencari-cari celah untuk kemudian memenjarakan saudara sebangsa nya sendiri. Ini jelas perlakuan yang tidak pantas untuk dilakukan di negara kita.

Harusnya orang-orang non Muslim menghormati ulama-ulama kaum muslimin, sebagaimana kaum muslimin selama ini menghormati para pendeta mereka dan menghormati agama mereka.

Jangan malah justru mereka mencari-cari alasan untuk kemudian menjebak ulama-ulama kita untuk dipenjarakan, diusir atau dikriminalisasi. Jangan sampai hal ini akan memancing emosi kemarahan umat Islam dan kemudian akibatnya menjadikan negeri kita ini semakin terpecah dan terbelah.

Ustadz Iim menambahkan, oleh karena itu kalau berbicara tentang kesatuan dan persatuan negara maka hendaknya antar agama saling menghargai.

Kalau kita sekarang menemukan seandainya ada pendeta yang mengatakan agama Islam itu salah saat memberikan ajaran di gereja hal itu wajar tidak ada masalah. Ini menjadi urusan mereka karena disampaikan di rumah ibadahnya.

Oleh karena itu janganlah mencari kesalahan lalu kemudian memaksa Ustadz Abdul Somad ditangkap dan dipenjara kita menolak hal tersebut.

“Jangan sampai kemudian beliau diperlakukan dengan zalim sebagaimana yang terjadi pada imam besar kita Habib Muhammad Rizieq Shihab, mudah-mudahan Allah Subhanahu ta’ala segera mengembalikan beliau bersama dengan kita,” pungkasnya. []