#IndonesiaTanpaJIL, Komunitas Santai yang Ngegas Saat Bela Agama

0Shares

JAKARTA, (Pancaran.net) – Pada tahun 2019 ini, #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) genap berusia tujuh tahun. Sejak 2012, ITJ telah eksis memberikan perlawanan terhadap propaganda sekularisme, liberalisme dan pluralisme yang dilancarkan oleh kelompok-kelompok yang dipelopori oleh Jaringan Islam Liberal (JIL).

Meski memiliki misi yang kedengarannya sangat serius, ITJ justru tidak didominasi oleh kalangan aktivis dakwah, cendekiawan, akademisi atau ulama. Sebagian besarnya justru para pemuda biasa yang merasa resah menyaksikan agamanya diacak-acak oleh kalangan liberal.

“Karena itu, jangan membayangkan ITJ kerjanya hanya kajian, bikin seminar atau diskusi ilmiah terus. Semua itu memang perlu, namun banyak juga agenda ITJ di daerah-daerah yang bisa diikuti oleh siapa saja, asalkan punya kepedulian pada agama,” begitu ungkap Akmal Sjafril, Koordinator Pusat ITJ yang terpilih pada Silaturrahim Nasional (Silatnas) 2017 silam.

Ahad, 18 Agustus 2019 silam, ITJ Bekasi menggelar kegiatan santai yang dimaksudkan untuk mempererat silaturrahim di antara anggotanya. Kegiatan yang diberi judul Nyate Kuy ini diadakan di kediaman salah seorang anggota ITJ di bilangan Bekasi.

“Agendanya, selain makan sate bareng, juga silaturrahim dan mendiskusikan agenda-agenda berikutnya,” ungkap Muhammad Irfan Nail, Koordinator ITJ Bekasi.

Pada tanggal yang sama, ITJ Depok mengadakan kegiatannya sendiri yang diberi judul Rumpi Jama’ah Soal Pemikiran (Rujakan). Dalam agenda ini, para anggota ITJ Depok berkumpul, membaca buku dan berdiskusi ringan. Tema yang didiskusikan kali ini adalah seputar makna kemerdekaan. []