RCI: Wadah Bermain Anak-Anak Kedungtungkul

0Shares

SOLO, (Pancaran.net)Masa kanak-kanak adalah surga yang hanya sekali dikenang.

Kutipan untaian kalimat indah Ahmad Tohari seorang sastrawan Indonesia di atas benar adanya. Dunia anak akrab dengan dunia yang penuh keceriaan, kebahagiaan dan keriangan. Setiap orang pasti pernah berandai-andai untuk bisa kembali memutar waktu ke masa kanak-kanak.

Surga bermain anak yang ideal seperti masa- masa kita kecil dulu mungkin hanya tinggal dongeng belaka. Anak- anak yang lahir 2000’an ke atas tak lagi bisa menikmati segarnya air sungai, bermain lumpur di sawah, bermain petak umpat, gobak sodor di pekarangan rumah, bermain sepak bola dan layang- layang di lapangan desa. Itu hanyalah kenangan indah yang pernah singgah dalam memori kita.

Hal inilah yang menginspirasi Baharuddin Usudullah, Direktur Rumah Cerdas Indonesia (RCI) mendirikan komunitas pendamping anak- anak di RT 05/RW 07 Kedungtungkul , Mojosongo, Jebres. Komunitas ini diisi oleh anak- anak muda setempat. RCI awalnya ialah bagian dari Komunitas Generasi Remaja Islam Kedungtungkul (Generik) yang ranahnya khusus anak- anak.

Agenda rutin RCI diadakan setiap akhir pekan mulai hari Jum’at, Sabtu dan Ahad. Anak-anak usia TK hingga SD kelas 6 yang biasanya hanya berkutat dengan buku dan gadget maka setiap akhir pekan mereka habiskan waktunya dengan bermain bersama-sama di sanggar RCI.

RCI secara resmi dilaunching kepada masyarakat Kedungtungkul 29 Januari 2017 . Bahar bersama rekan- rekannya di RCI memperkenalkan komunitas  mereka kepada warga setempat. Bak gayung bersambut warga masyarakat pun bersuka cita dengan adanya program tersebut, bahkan tokoh masyarakat setempat bersimpati dengan merelakan bagasi rumahnya menjadi sanggar kegiatan RCI.

Membutuhkan waktu dua bulanan lebih untuk membuka RCI terhitung sejak bulan November, Desember 2016 mereka membuat konsep kegiatan dan mencari donatur khusus bagi RCI. Hingga satu tahun berjalan RCI pun masih mengandalkan sumbangan para donatur. Meskipun demikian para pengurus dan relawan RCI tidak tinggal diam mereka juga berupaya menggali pendanaan secara mandiri dengan berjualan pakaian di Car Free Day (CFD) Slamet Riyadi yakni di depan Batik Danar Hadi.

Lika- liku perjalanan RCI tak bisa dihindari oleh Bahar dan teman- teman pengurus maupun sukarelawan pendamping. Salah satunya ialah sempat vakumnya kegiatan RCI selama satu bulan, bukan karena menurunnya ghirah dan semangat mereka namun lebih pada rasa bosan yang melanda anak- anak. Kegiatan RCI pada mulanya ialah kegiatan pendampingan belajar secara gratis seperti bimbingan belajar pada umumnya, baru setelah dievaluasi mereka melakukan perubahan bentuk kegiatan.

Kini Bahar bersama komunitasnya setiap akhir pekan membersamai anak-anak lewat aneka permainan tradisional anak. Di sela-sela kegiatan bermain mereka juga dibekali dengan kemampuan softskill seperti kerajinan tangan membuat hiasan dari sabun batang, stik eskrim, membuat kotak infaq dari triplek yang dilukis bersama. Hal yang tidak kalah penting ialah memperkenalkan mereka akan Kota Surakarta atau Solo secara khusus dan mendetail seperti kekhasan kuliner Solo, ragam tempat bersejarah di Kota Solo.

Khusus hari Ahad anak- anak binaan RCI dikenalkan dengan aneka jenis tarian khas Indonesia khususnya jenis tari yang kental nuansa dakwah Islam. Selain tari- tari yang kental nuansa dakwah mereka juga mengenalkan tarian lain dengan kualifikasi tarian tersebut tidak mengumbar aurat baik melalui kostum pakaiananya atau gerakannya. Sampai dengan hari ini mereka belum memiliki guru tari khusus, secara bergantian mereka melatih empat puluh anak menari dan bermain bersama.

Demi membuat anak- anak tetap betah bermain di RCI mereka juga wajib menabung di RCI. Anak- anak diajarkan gemar menabung meskipun hanya Rp 1000,- yang bisa mereka ambil sewaktu-waktu. Uang hasil tabungan pun bisa dimanfaatkan untuk kegiatan anak- anak binaan RCI seperti rihlah ke kebun binatang atau ke tempat lain yang merangsang rasa keingintahuan mereka.

Buat Anda yang ingin berdonasi bagi anak- anak Kedungtungkul pun akan diterima dan disalurkan dengan amanah oleh pengurus. Saat ini anak- anak RCI membutuhkan koleksi bahan bacaan baru, ruang kegiatan yang representatif. Masih terbuka juga buat anda yang berminat menjadi relawan pendamping RCI. Informasi lebih lanjut bisa diakses melalui Fanspage:generikmj9; instagram@rumahcerdasindonesi_rci. [KS]