Ketika Mantan Napi Teroris Berbicara Pancasila di hadapan Civitas Akademika UNS

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Jack Harun alias Joko Triharmanto mantan narapidana teroris baru- baru ini Senin,(19/8) mengisi sebuah seminar anti radikalisme yang diadakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Jack berkisah tentang proses kembalinya dia kepada Pancasila di hadapan civitas akademika UNS.

Jack mengawali kisahnya dengan mengisahkan masa- masa sekolah hingga kuliahnya, dan masa- masa perkenalannya dengan dunia perakitan bom. Sempat mengenyam bangku kuliah di jurusan elektro sebuah kampus swasta di Jogja setidaknya cukup membekalinya dalam hal perakitan bom. Meskipun kuliah teknik elektronya terpaksa berhenti skill keahliannya tidak bisa dipandang remeh.

“Karena pernah kuliah satu tahun, saya mempunya keahlian merakit maka di Bom Bali 1 saya diijabahi menjadi perakitnya”, tutur Jack di depan ratusan peserta seminar yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan umum.

Pancasila bagi Jack bukan sesuatu yang baru karena sebagai warga negara dia pun sudah akrab dengan Pancasila. Setidaknya keberadaan Pancasila sudah dia kenal sejak jaman sekolah hingga kuliah, dan lulus dari UNS. Kembali kepada Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah wujud cinta tanah air dan agama.

“Kembali melakukan dakwah jika dulu dengan kekerasan maka sekarang dengan penyuluhan, testimoni, mengedukasi kepada masyarkat tentang bahaya radikalisme”, katanya.

Pengalaman ialah guru berharga dalam mengarungi bahtera hidup manusia termasuk Jack. Jack kini aktif berdakwah dan berbisnis. Selain kegiatan dakwah dan bisnis Jack juga disibukan dengan aktivitas sosial seperti menjadi Ketua Yayasan Gema Salam.

Yayasan Gema Salam merupakan wadah bagi para eks napi kasus teorisme. Stigma negatif yang diterima oleh para mantan terpidana teroris ini membuat mereka tidak nyaman untuk kembali ke masyarakat. Atas prakarsanya dengan dukungan dari Wali Kota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo maka terbentuklah Yayasan Gema Salam.

“Misi Gema Salam ialah melakukan pendampingan sosial untuk mengembalikan teman- teman ke masyarakat dengan nyaman, memberi keterampilan kewirausahaan”, jelasnya.

Hadir pada kesempatan tersebut Wagub Jateng, Taj Yasin Maimun, Rektor UNS, Jamal Wiwoho, Plt. BPIP, Hariyono, Dewan Pengawas BPIP AWS Sudhamek, Budayawan, Taufik Rahzen,Mantan Anggota Kopasus Mayjend TNI (Purn) Wisnu Bawa T. dan pengamat politik Yunarto Wijaya. [KS]